Polisi Akan Klarifikasi Dugaan Pelecehan Model Modus Sumpah Pocong

Polisi Akan Klarifikasi Dugaan Pelecehan Model Modus Sumpah Pocong

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 06 Feb 2026 20:50 WIB
Gus Idris saat menyampaikan klarifikasi tentang kabar viral dugaan pelecehan seksual berkedok konten YouTube Sumpang Pocong.
Gus Idris saat menyampaikan klarifikasi tentang kabar viral dugaan pelecehan seksual berkedok konten YouTube Sumpang Pocong. (Foto: tangkapan layar/dok. @gusidrisofficial)
Malang -

Polisi menyebut dugaan korban pelecehan oleh seorang gus menimpa muse atau model berkedok sumpah pocong belum melapor. Rencananya, polisi akan jemput bola untuk bisa meminta keterangan korban.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengaku, sejak dugaan kasus pelecehan tersebar di media sosial. Satuan Reserse Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Malang sudah bergerak dengan menghubungi pemilik akun media sosial yang diduga menjadi korban.

Langkah itu sebagai respon Polres Malang terkait adanya dugaan pelecehan yang menimpa para perempuan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini belum ada yang melapor. Tapi unggahan yang ada di media sosial telah direspon penyidik sebagai bentuk pengaduan. Sebagian sudah diupayakan untuk diajak komunikasi," ujar Bambang kepada detikJatim, Jumat (6/2/2026).

Dari beberapa upaya yang sudah dilakukan, kata Bambang, penyidik telah berhasil menggali keterangan dari salah satu perempuan yang diduga sebagai korban.

ADVERTISEMENT

"Satu yang diduga korban sudah dimintai klarifikasi, meskipun tidak secara langsung. Dalam keterangan sementara, belum sampai terjadi (pelecehan), karena korban menolak dan melawan," beber Bambang.

Bambang mengaku, Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak tengah berupaya jemput bola terhadap korban lain. Untuk bisa menggali keterangan, sekaligus mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi.

"Rencana ada jemput bola terhadap satu korban lain. Agar bisa dilakukan klarifikasi, karena yang satu ini diduga mengalami trauma," tegasnya.

Bambang memahami, terduga korban belum juga melapor, karena kemungkinan mengalami trauma serta tekanan psikis dari dugaan tindak pidana yang telah dialami.

"Kami memahami korban mayoritas perempuan sangat rentan, oleh karena itu, sebisanya untuk segera dilakukan klarifikasi," ujarnya.

Karena itu, lanjut Bambang, upaya penyidik untuk jemput bola menjadi bagian dari upaya kepolisian merespon pengaduan terduga korban.

"Kami akan merespon segala pengaduan apalagi berkaitan dengan tindak pidana dan akan dilakukan penyelidikan," sambungnya.

Sebelumnya Gus Idris menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @gusidrisofficial, pada Rabu, 4 Februari 2026. Kolom komentar pada unggahan itu dinonaktifkan, sementara di bagian keterangan video, ini yang dia tulis.

"Klarifikasi resmi Gio Production untuk disebarluaskan kepada publik. Semoga bisa menjawab framing dan tuduhan tanpa bukti yang sudah telanjur viral."

Lewat video klarifikasi yang dia kirimkan, Gus Idris membuka pernyataan dengan menanggapi tuduhan yang beredar di media sosial.

"Bismillahirahmanirahim, melalui pernyataan ini saya ingin menanggapi mengenai tuduhan-tuduhan pelecehan seksual yang beredar di media sosial. Saya menyatakan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya," ujar Gus Idris.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads