Momen Tak Terlupakan Saat Malik dan Kawan-kawan Bermalam di Terminal Batu

Kemekel

Momen Tak Terlupakan Saat Malik dan Kawan-kawan Bermalam di Terminal Batu

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Selasa, 06 Jan 2026 20:15 WIB
Momen Tak Terlupakan Saat Malik dan Kawan-kawan Bermalam di Terminal Batu
Ilustrasi. Terminal Kota Batu. (Foto: dok. M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Kota Batu -

Akhir pekan yang seharusnya diisi liburan seru berubah drama kocak bagi Malik dan teman-temannya. Alih-alih tidur nyenyak di kasur rumah yang empuk, 7 pemuda ini terpaksa ngemper dan bermalam di Terminal Kota Batu karena ketinggalan Bus Trans Jatim.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (3/1). Rombongan ini berangkat dari Malang ke Kota Batu sekitar pukul 17.00 WIB. Perjalanan dari Malang ke Kota Batu menempuh waktu 2 jam. Mereka tiba di Terminal pukul 19.00 WIB.

Setibanya di sana mereka langsung menuju kedai kopi menikmati suasana malam di Kota Wisata. Sayangnya, mereka terlalu percaya diri bahwa jadwal bus terakhir tersedia hingga pukul 21.00 WIB, sedangkan jadwal sebenarnya untuk bus Trans Jatim terakhir berangkat yakni pukul 19.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya kami salah info, kirain bus terakhir itu jam 9 malam, ternyata terakhirnya jam 7 malam. Nah kita berangkat ke batu jam 5 sore nyampe terminal batu jam 7 (malam)," kata Malik kepada detikJatim, Selasa (6/1/2025).

Malik mengaku dia dan teman-temannya yang baru pertama kali naik Bus Trans Jatim tidak memeriksa jadwal melalui web resmi atau bertanya kepada petugas. Mereka hanya mengandalkan informasi dari teman sehingga santai saja menikmati canda gurau di kedai kopi.

ADVERTISEMENT

Saat sadar jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB barulah mereka menuju ke tempat pemberhentian bus. Saat itu mereka menyadari tidak ada lagi bus yang beroperasi untuk membawa mereka pulang.

Kejadian yang dialami Malik ini semua karena jargon "gampang... opo jare... " (gampang... apa kata nanti...) yang kerap dilontarkan teman-temannya. Hasilnya niat gaya-gayaan naik Trans Jatim untuk pertama kali justru membuat mereka jadi "mbambong" (gelandangan) semalaman di Terminal Kota Batu.

Meski harus menahan dinginnya angin malam di terminal, Malik dan teman-temannya tidak membawa suasana itu menjadi duka.

"Ya beginilah jadinya kalau punya teman yang suka bilang 'gampang opo jare'. berangkatnya doang yang di pikir, pulangnya 'gampang wes opo jare' wkwkw," ungkap Malik.

Mereka menganggap bahwa pengalaman salah jadwal ini justru menjadi momen lucu yang tak terlupakan karena bisa dilalui bersama sahabat-sahabat karibnya. Bagi Malik, selagi bersama teman, kondisi sesulit apa pun menurutnya tetap bisa menjadi bahan tawaan.

"Justru di sini lah letak asiknya, selagi sama temen, susah pun dibuat ketawa," katanya sembari tertawa.

Malik dan rombongan pada akhirnya baru bisa pulang ke Malang setelah menaiki bus Trans Jatim pertama pada Minggu (4/1) pagi pukul 05.00 WIB.




(auh/dpe)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads