Mayat Bayi dalam Karung Ditemukan di Trenggalek, Ada Bekas Jeratan

Mayat Bayi dalam Karung Ditemukan di Trenggalek, Ada Bekas Jeratan

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 06 Des 2025 21:30 WIB
Temuan jenazah bayi di Trenggalek.
Temuan jenazah bayi di Trenggalek. (Foto: Istimewa)
Trenggalek -

Bayi laki-laki yang baru dilahirkan ditemukan dalam keadaan meninggal terbungkus karung diduga dibuang di pekarangan samping rumah orang tuanya di Trenggalek. Bayi itu diduga tewas dibunuh ibu kandungnya.

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro mengatakan peristiwa itu terjadi di Dusun Dayu Dulur, Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Trenggalek. Polisi menemukan sejumlah tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Bayi itu pertama kali ditemukan oleh Tumi (70) sekitar pukul 14.30 WIB kemarin. Waktu itu yang bersangkutan ini sedang mencari rumput di kebun samping rumahnya," kata AKP Eko, Sabtu (6/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itulah Tumi melihat karung putih di dekat tebing dan tertutup oleh rerumputan. Karena penasaran ia kemudian mendekati dan membukanya.

"Saat itulah diketahui di dalam karung itu ada mayat bayi yang dibungkus kain," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Tumi selanjutnya memanggil anaknya SM (34) untuk mengevakuasi jasad bayi itu ke rumah. Saat ditanya keluarga, SM akhirnya mengakui bahwa bayi itu adalah anak yang telah ia lahirkan.

"Pada saat jasad bayi itu dibuka ada kain hijau yang membelit leher. Adanya ketidakwajaran itu akhirnya kasus tersebut tadi malam dilaporkan ke polisi," ujar Eko.

Hari ini tim Satreskrim Polres Trenggalek dan Kedokteran Forensik Polda Jatim melakukan pembongkaran makam korban untuk dilakukan proses autopsi.

"Kami ingin memastikan penyebab kematian korban," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan sementara ditemukan sejumlah ketidakwajaran pada jasad bayi itu, yakni adanya temuan bekas jeratan di bagian leher dan beberapa tanda kekerasan lain.

"Di leher itu ada memar. Kami meyakini bayi ini meninggal tidak wajar, namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil autopsi," ujarnya.

Eko menambahkan saat ini pihaknya belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap SM sebagai ibu kandung bayi itu karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

"SM masih belum bisa diperiksa, sering pingsan. Sehingga kami belum mendapatkan keterangan tentang kronologis dan motif dari kejadian ini," jelasnya.

Atas kondisi kesehatan yang dialami itu SM saat ini menjalani perawatan di RSUD Panggul. Polisi akan segera melalukan pemeriksaan jika kondisinya telah sehat.



(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads