Driver ojol Affan Kurniawan meninggal terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Sopir rantis Brimob itu, Bripka R, menyampaikan pengakuan tentang situasi yang terjadi saat itu hingga dirinya tidak tahu telah melindas seorang driver ojol.
Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 anggota yang berada di dalam rantis Brimob. Saat itu, Bripka R mengaku dirinya hanya terpikir untuk menyelamatkan orang yang ada di dalam kendaraan.
Pemeriksaan oleh propam terhadap 7 anggota itu ditayangkan langsung di akun Instagram @divpropampolri. Pada pemeriksaan itu terungkap Bripka R sebagai pengemudi sedangkan di sampingnya duduk anggota lainnya, sementara 5 lainnya duduk di belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bripka R mengungkap alasannya terus menerobos jalan hingga melindas Affan. Dia mengaku saat itu kondisi jalan dipenuhi massa dan dia khawatir jika harus menghentikan mobil maka mobil itu akan habis dimassa.
"Itu mobil kalau saya berhentikan habis, Pak. Karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai bom molotov. Nah saya sebagai sebagai driver saya harus mampu menyelamatkan orang dalam kendaraan saya. Kalau saya berhenti habis pokoknya," ujar Bripka R dilansir dari detikOto, Sabtu (30/8/2025).
Dia mengungkap saat itu dirinya tidak bisa melihat posisi orang dengan jelas karena tidak memperhatikan kondisi kanan dan kiri. Ditambah lagi, Bripka R mengatakan kaca rantis itu gelap sehingga pandangannya jadi terbatas.
"Saat itu jalanan sudah banyak batu Pak, jadi saya tidak mengerti apa itu terus pecahan apa itu, jadi saya hantam saja karena kalau nggak saya terobos itu selesai Pak, udah, massa penuh," katanya.
"Mobil saya tinggi, kaca saya pakai ram pak. mobil saya pakai ram gelap nah di saat itu asap kan penuh saya pakai lampu tembak saya fokus ke depan pak," lanjut Bripka R.
Mengenai pengakuan ganjil Bripka R ini, praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana menyampaikan komentar. Terutama terkait cara mengendarai rantis yang tidak bisa sembarangan. Apalagi, rantis itu punya spesifikasi khusus dengan bobot yang juga berat.
Perlu diketahui, rantis yang menabrak dan melindas driver ojol itu diduga adalah rantis Rimueng. Rantis itu mengusung mesin 3.200 cc. Mengandalkan mesin besar, rantis tersebut tentu punya performa yang mumpuni.
Di jalan perkotaan, mobil ini diklaim bisa melaju dengan kecepatan 100 km/jam. Rantis ini juga dapat bergerak di medan ekstrem. Tanjakan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat dapat ditaklukkan. Di medan ekstrem, rantis ini bisa melaju hingga 60 km/jam.
"Dengan spek tersebut, SOP escape dikemudikan harus dengan penuh perhitungan. Tidak main gaspol, toh full spec taktis dan blindspot-nya besar," ujar Sony.
Satu hal yang ditekankan oleh Sony adalah tidak seharusnya sopir rantis panik berlebihan saat menjalankan skema meloloskan diri dari massa. Apalagi yang dihadapi saat itu adalah rakyat yang bersenjatakan seadanya, dan sangat kecil berpotensi merusak kendaraan taktis.
"Yang dihadapi juga harus dilihat, kan bukan musuh cuma rakyat. Kasarnya: senjata mereka cuma kayu, besi, helm yang boro-boro mematikan, ngerusak kendaraan rantis juga nggak," kata Sony.
(dpe/hil)