Seekor sapi di kandang rumah Ketua RT 1/RW 2 di Jalan Mentawai, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar mendadak hilang, Rabu dini hari (27/8). Sapi yang ditaksir seharga Rp 30 juta itu raib dicuri maling. Aksi pencurian itu terekam CCTV.
detikJatim mendatangi lokasi, sapi yang dirawat keluarga Jumali (60) tersisa satu ekor. Padahal kerabatnya Jumali menitipkan dua ekor sapi itu untuk hewan kurban tahun depan. Namun, seekor sapi yang baru dititipkan dua bulan itu hilang dicuri.
"Satu ekor yang hilang. Malam sebelumnya itu masih ada, tapi pas bapak saya mau ngasih makan pagi sekitar pukul 05.30 WIB sudah tidak ada (sapinya)," ujar anak Jumali, Sriyadi (47), kepada detikJatim di lokasi, Kamis (28/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sriyadi menyebut, bapak dan adiknya sempat menganggap sapi tersebut lepas dari kandang. Namun, saat ditelusuri jejak kakinya mengarah ke jalan yang berjarak 400 meter.
"Kami kira sapinya lepas, tapi pas ditelusuri ada jejak kaki dan kotoran sapi sampe jalan dekat sawah sekitar 400 meter. Mungkin setelah dituntun (sapinya), sudah ada kendaraan yang menunggu," jelasnya.
Aksi pencurian sapi itu terekam kamera CCTV milik warga. Dalam rekaman CCTV itu, tampak seorang laki-laki menuntun sapi sendirian. Laki-laki tersebut menggunakan jaket hitam dan penutup kepala.
"Di sini termasuk padat penduduk, biasanya juga ramai lalu lalang motor tapi pas kemarin itu sepi. Ada rekaman CCTV, memang dituntun sama seseorang," kata Sriyadi.
Menurutnya, sapi berjenis simental itu baru dirawat sekitar 2 bulan. Adapun sapi tersebut diperkirakan berharga sekitar Rp 30 juta.
"Harganya di pasaran sekarang mungkin sekitar Rp 30 juta. Tapi itu sapinya rencananya mau dibuat kurban tahun depan, tapi hilang. Kami sudah lapor ke Polsek Sananwetan," jelasnya.
Terpisah, Kapolsek Sananwetan AKP Huwahila Wahyun Huwa membenarkan adanya laporan dugaan pencurian hewan ternak tersebut. Aksi pencurian itu kini masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.
"Benar (sudah menerima laporan), kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa 3 orang saksi. Untuk pelaku masih dalam lidik, tapi dugaan sementara pelaku lebih dari 1 orang. Mohon waktu untuk perkembangan lebih lanjut," tandasnya.
(auh/hil)