Polisi menyelidiki kasus bullying siswa kelas 2 SMAN 4 Kota Pasuruan. Polisi memanggil 12 saksi untuk diminta keterangannya.
"Setelah menerima laporan pada Senin 26 Agustus 2016 kemarin, kami langsung mendatangi pihak sekolah. Kami menyampaikan surat undangan klarifikasi kepada para saksi dan anak yang diduga sebagai pelaku bullying," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa, Rabu (28/8/2024).
Choirul menambahkan 4 saksi dijadwalkan dimintai keterangan pada hari ini, sementara 8 saksi diperiksa pada hari Kamis. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak RSJ untuk mengetahui keadaan korban serta meminta visum psikiatrikum terhadap korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waka Kesiswaan SMAN 4 Kota Pasuruan, Putut Cahyono, membenarkan adanya pemanggilan polisi. Ia termasuk pihak yang akan diminta keterangannya.
"Yang dipanggil saya, bu Yeni (guru BK), dua teman korban, dan delapan terduga pelaku," terang Putut.
Siswa kelas 2 SMAN 4 Kota Pasuruan, NS (17), dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang, karena mengalami depresi berat akibat dibully bertahun-tahun oleh teman-temannya. Kakak korban, Fariz Rohman Maulana (23), mewakili keluarga melaporkan kasus pembullyan tersebut ke Polres Pasuruan Kota, Senin (26/8/2024).
(abq/iwd)