Tersangka-Barang Bukti Tambang Ilegal di Pasuruan Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka-Barang Bukti Tambang Ilegal di Pasuruan Diserahkan ke Kejaksaan

Muhajir Arifin - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 22:47 WIB
Tambang liar pasir dan batu (sirtu) di Pasuruan dilaporkan oleh warga bersama LBH Ansor, Jawa Timur ke Presiden Jokowi.
Tambang liar pasir dan batu (Foto: dok. LBH Ansor Jatim)
Pasuruan -

Bareskrim Polri melimpahkan kasus illegal mining (tambang pasir dan batu ilegal) di Desa Bulusari, Gempol ke Kejari Kabupaten Pasuruan. Tersangka berinisial AT dan barang bukti diserahkan ke jaksa.

"Kami sudah menerima pelimpahan tahap II atas kasus penambangan ilegal di Bulusari, Kecamatan Gempol. Jaksa menerima tersangka dan barang bukti," kata Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Jemmy Sandra kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Disampaikan Jemmy, barang bukti dalam perkara ini adalah 27 dump truk dan dua stone crusher. Tim jaksa harus melakukan pengecekan satu per satu barang bukti yang diserahkan ke kejaksaan.

"Tersangka dilakukan penahanan Lapas Pasuruan. Sementara barang bukti dititipkan di Rubasan kerena jumlahnya banyak," jelas Jemmy.

Jemmy menyebut dalam kasus ini, AT diduga kuat melakukan penambangan tanpa izin di Desa Bulusari yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup dan mencemari lingkungan.

AT diduga melanggar UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang sebagaimana telah diubah dalam ketentuan Undang- Undang No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

"Persidangan kasus ini akan digelar di PN Bangil. Sudah dilimpahkan ke pengadilan dan saat ini kami menunggu penetapan hari sidang," pungkas Jemmy.



Simak Video "Polda Jateng Ciduk 22 Orang Kasus Illegal Mining"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)