Dugaan Kucing Mati Massal Akibat Diracun di Perumahan Kota Malang Menguat

Dugaan Kucing Mati Massal Akibat Diracun di Perumahan Kota Malang Menguat

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 20:35 WIB
kucing-kucing di malang yang berkeliaran
Kucing di perumahan Patraland Place, Kota Malang. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Kota Malang -

Sejumlah kucing mati diduga diracun di lingkungan Perumahan Patraland Place, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menjadi atensi sejumlah pihak. Tokoh masyarakat, kepolisian, dan pecinta kucing telah melakukan pertemuan.

Pertemuan itu dilakukan untuk mencari solusi permasalahan sejumlah kucing mati diduga diracuni di lingkungan perumahan itu. Dalam kesempatan itu salah satu warga berinisial S yang mengaku sebagai pelapor, yang kucingnya mati, turut hadir dalam pertemuan itu.

Pecinta kucing Sri Swastiyanti Marhaeni mengatakan bahwa saat pertemuan itu S telah menunjukkan dua rekaman CCTV yang dipakai sebagai barang bukti untuk memperkuat bahwa kucing-kucing di lingkungan perumahan mati karena diracun.

"Rekaman pertama nunjukin tetangga laki-laki S membawa kantong plastik hitam ditaruh di tengah jalan pada malam hari. Dia (S) menuduh bapak depan rumahnya. Sebab, setelah taruh kantong plastik itu dalam jangka waktu 6 menit balik ke rumah. Besok paginya kucing mati," ujar Sri, Selasa (27/9/2022).

Sri menambahkan rekaman kedua menunjukkan bahwa tetangga S itu juga pernah memukuli kucing-kucing yang biasa diberi makan oleh S di depan rumahnya menggunakan sapu hingga patah.

"Ada rekaman CCTV tahun 2019, bapaknya mukul kucing yang makan di rumah sampai sapunya itu patah. Kami semua diperlihatkan itu," kata Sri.

Perlu diketahui, dalam koordinasi itu ditunjukkan bukti CCTV tentang tetangga yang dituduh oleh S telah menganiaya kucing. Namun dalam pertemuan itu ytetangga tersebut tak dihadirkan. Dengan bukti CCTV itu, menurut Sri, S berencana melaporkan tetangganya kepada polisi.

Namun, lanjut Sri, pihak RT dan perumahan yang ada di lingkungan setempat menyarankan kepada S agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara damai.

"Dari pak RT dan Perumahan menganjurkan kalau damai. Tapi dia (S) enggak mau damai. Tetap mau lapor. Terus disarankan lagi agar S bertemu dengan tetangganya yang dituduh meracuni. Kalau bapak itu enggak ada pengakuan, mau ke jalur hukum monggo," ujar Sri.

Sebaliknya, jika tetangga yang dituduh mengakui bahwa dirinya yang telah meracuni kucing-kucing yang ada di perumahan tersebut, pengakuan serta pernyataan tertulis tidak akan mengulangi menurutnya sudah akan membuatnya jera.

"Tapi jika bapak itu membuat pengakuan langsung dan ada surat tertulis tidak mengulangi, saya rasa tak perlu ke jalur hukum. Biar ada efek jera beliau mengaku di media sosial kita buat postingan agar viral juga," tandasnya.



Simak Video "Menikmati Kuliner Tradisional Berbahan Ketan yang Legendaris, Malang"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)