Hakim Itong Dituntut 7 Tahun Penjara di Kasus Suap PT SGP

Hakim Itong Dituntut 7 Tahun Penjara di Kasus Suap PT SGP

Suparno - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 17:12 WIB
Hakim Itong mengikuti sidang tuntutan melalui virtual
Hakim Itong mengikuti sidang tuntutan melalui virtual (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Itong Isnaeni Hidayat pidana penjara 7 tahun. JPU KPK menilai hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya itu terbukti bersalah dalam kasus suap PT Soyu Giri Primedika (SGP).

Sidang pembacaan tuntutan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada Selasa (27/9/2022) siang. Terdakwa Itong Isnaeni Hidayat tidak hadir secara langsung, namun mengikutinya sidang dengan cara virtual.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Itong Isnaeni Hidayat dengan pidana penjara selama 7 tahun, dan membayar denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan kurungan. Serta wajib menjalani tahanan," kata Jaksa KPK, Wawan, Selasa (27/9/2022).

Selain tuntutan tersebut jaksa KPK juga membebankan ganti rugi uang pengganti sebesar Rp 390 juta. Dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka Itong wajib menjalani hukuman pengganti selama 1 tahun penjara.

Mulyadi, Kuasa Hukum Itong Inaeni Hidayat mengatakan akan mengajukan pledoi atas tuntutan tersebut. Pledoi akan dibacakan pada agenda sidang selanjutnya.

"Kami akan ajukan pledoi, pada saatnya sidang berikut, karena tuntutan tersebut tidak sesuai dengan bukti-bukti yang ada," kata Mulyadi.

"Kami akan jawab nanti di nota pledoi. Menurut kami tuntutan yang diberikan oleh JPU itu fallacy atau memutar balik fakta," jelas Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, Itong tidak menerima gratifikasi, menerima suap, ataupun memberikan janji apapun saat menangani perkara pembubaran PT SGP. Untuk itu, ia mengaku keberatan dengan tuntutan jaksa.

"Seolah-olah saudara Hamdan itu sebagai representatif dari Pak Itong. Kami jelas keberatan dengan tuntutan tersebut karena menurut kami tidak objektif dan tidak adil," tandas Mulyadi.

Sebelumnya, KPK menetapkan hakim PN Surabaya Itong Isnaeni Hidayat dan panitera pengganti serta Hamdan sebagai tersangka di kasus dugaan suap vonis perkara PT Soyu Giri Primedika. Keduanya diduga menerima suap.

"KPK menemukan adanya bukti permulaan yang cukup. Maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka sebagai berikut: sebagai pemberi HK (Hendro Kasiono), sebagai penerima HD dan IIH," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/1).

Hendro Kasiono adalah pengacara PT SGP. KPK menyebut terjadi kerja sama antartersangka untuk membuat PT SGP diputus bubar oleh PN Surabaya.

"Diduga uang yang disiapkan untuk mengurus perkara ini sejumlah sekitar Rp 1,3 miliar dimulai tingkat putusan Pengadilan Negeri sampai tingkat putusan Mahkamah Agung," kata Nawawi.



Simak Video "Ketua Peradi Semarang Jadi Kuasa Hukum Yosep Parera"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)