Ratusan Orang di Surabaya Wadul Hotman, dari Tuduhan Pelakor hingga Perkosaan

Ratusan Orang di Surabaya Wadul Hotman, dari Tuduhan Pelakor hingga Perkosaan

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 24 Sep 2022 16:36 WIB
Ratusan orang mengadu ke Hotman Paris di Surabaya
Ratusan orang mengantre untuk mengadu ke Hotman Paris (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Ratusan orang mengantre di kawasan Basuki Rahmat, Surabaya. Di sana, mereka rela berpanas-panasan sejak pukul 12.00 hingga 14.35 WIB demi bertemu pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di acara Hotman 911. Mereka ingin wadul ke Hotman soal kasus hukum yang membelitnya.

Dari pantauan detikJatim, sejumlah orang mengantre sembari membawa berkas. Mereka mendaftarkan perkara mereka masing-masing ke meja resepsionis yang ada di dalam tenda warna putih berukuran sekitar 3 x 5 meter.

Ada beragam perkara yang diadukan, mulai pidana hingga perdata. Mulai dari dugaan kekerasan seksual, laka lantas, hingga sengketa tanah.

Salah satu yang mengadu adalah Amelia, warga Surabaya. Ia mengaku menjadi korban pencemaran nama baik oleh seorang TKW. Amelia menyebut, ia dituduh menjadi pelakor.

"Setahun ini, saya dilecehkan oleh seorang TKW. Saya dituduh dan difitnah melakor suaminya oleh TKW itu, nama saya dicemarkan di FB sudah dilaporkan ke Polda Jatim, sudah kirim somasi juga, tapi belum diproses," kata Amelia, Sabtu (24/9/2022).

"Saya sama sekali belum dipanggil oleh polisi, saya sudah menanyakan, katanya akan diproses, tapi belum dan terlapor juga belum (dipanggil), dia kondisinya masih di luar negeri dan tidak bisa (dipanggil cepat)," lanjutnya.

Sementara itu, seorang wanita berinisial LK mengaku rela terbang jauh dari Jakarta hanya demi bertemu Hotman Paris. Ia akan mengadukan dugaan pemerkosaan yang ia alami di Jakarta.

"Saya korban kekerasan seksual, dipaksa oleh seorang pria, baru kenal, saya dijebak. Lalu saya lapor dan visum, kata dokter mengalami luka robekan dan dijahit," ujarnya.

LK menerangkan, sudah ada laporan polisi soal kasusnya dan sudah masuk tahap penyidikan. Namun, hingga kini, belum ada tersangka dalam perkaranya. Maka dari itu, ia meminta tolong dan mengadu ke Hotman soal kejelasan status dan proses hukum yang dia alami.

"Terlapor pernah dipanggil polisi, tapi nggak datang ke Polda Metro di Subdit Renakta, saya lapor 2 April 2022. Saya pernah diminta mencabut laporan, lalu saya ditawari diberi uang oleh terduga pelaku agar cabut laporan, tapi saya tolak, saya juga sudah visum dan rekam medis juga," tuturnya.

Sontak, beberapa kasus ini mendapat tanggapan dari Hotman Paris. Ia menegaskan, akan menyampaikan hal tersebut kepada pihak terkait.

"Kepada Ibu Amelia, kalau melalui WA tidak bisa disebut pencemaran nama baik, karena dalam pembicaraan WA itu privasi, itu ada peraturan kapolri dan tidak kena ITE. Beda lagi kalau di sosmed yang terbuka seperti FB dan IG," katanya.

"Untuk Pak Kapolda Metro Jaya, bagaimana kelanjutan kasusnya (LK)? Apakah dihentikan atau bagaimana dalam kasus dugaan pemerkosaan ini? Dimohon kepada bapak Dirkrimum Polda Metro Jaya untuk memberikan info terakhir seperti apa kejadian sebenarnya di April 2022 itu," tutupnya saat acara Hotman 911.



Simak Video "Momen Hotman Paris Bertemu 'Kembaran' yang Sempat Viral Kerja di SPBU"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)