Terpidana Korupsi di Surabaya Kembalikan Uang Negara Rp 500 Juta

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 19 Agu 2022 11:57 WIB
Pengembalian uang kerugian negara di Kejari Surabaya
Pengembalian uang kerugian negara di Kejari Surabaya (Dok. Kejari Surabaya)
Surabaya -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kembali menerima pengembalian kerugian negara dalam kasus korupsi. Kali ini, datang dari PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS).

Terpidana korupsi di Surabaya kembalikan uang ke negara RP 500 juta.

Kepala Kejari Surabaya, Danang Suryo Wibowo mengatakan pemulihan keuangan negara dari perkara korupsi di PT Dok Perkapalan Surabaya itu berjumlah RP 500 juta. Ia menyebut ini adalah kado HUT KE-77 RI.

"Uang denda tersebut diterima Kasi Pidsus Kejari Surabaya (Ari Panca Atmaja), selaku Penyidik Pidsus Kejari Surabaya dari terpidana kasus korupsi PT. Dok Perkapalan Surabaya Riry Syareid Jetta melalui kuasa hukumnya," kata Danang kepada detikJatim, Jumat (19/8/2022).

Danang menjelaskan, penyerahan itu tertuang dan tersurat dalam nomor PR-27/M.5-10/Dsp.1/08/2022 dan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1204 K/Pid.Sus/2020 tanggal 11 Mei 2020.

Sementara Kasi Intelijen Kejari Surabaya, Khristiya Lutfiasandhi mengatakan, pengembalian uang itu bermula dari terpidana Riry Syareid Jetta selaku Direktur Utama PT. Dok Perkapalan Surabaya periode 2014-2016.

Kala itu, ia terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi pengadaan floating dock kapasitas 8500 TLC eks Rusia.

Dalam perkara itu, terpidana merugikan keuangan negara sekitar Rp 63 miliar pada tahun 2019. Dalam perkara itu pula, terpidana harus menjalani pidana penjara selama 8 tahun, membayar denda sebesar Rp 500 juta, hingga membayar uang pengganti senilai Rp 132 juta.

Selain perkara itu, Kejari Surabaya juga telah menyelamatkan aset Pemkot Surabaya. Jumlahnya, mencapai Rp 3 Triliun.

Kasi Datun Kejari Surabaya, Arie Candra Dinata Noer mengatakan, penyelamatan aset Pemkot Surabaya senilai Rp 3.110.338.567.000 itu pun telah diterbitkan sertifikat. Yakni, oleh Kantor Pertanahan Kota Surabaya I sebanyak 60 bidang dan Kantor Pertanahan Kota Surabaya II sebanyak 124 bidang dengan total luas 911.241 M².

"Saat ini, seluruh sertifikat aset tersebut telah diserahkan kepada Pemkot Surabaya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya," kata Arie.



Simak Video " 3 Kasus Megakorupsi yang Disebut Jokowi di Sidang Tahunan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)