Komplotan Pencuri Tebu 8 Ton di Kediri Diringkus, Libatkan Orang Dalam

Andhika Dwi - detikJatim
Senin, 15 Agu 2022 23:31 WIB
Tiga warga pencuri tebu di Kediri diamankan
Foto: Tiga warga pencuri tebu di Kediri diamankan (Andhika Dwi/detikJatim)
Kediri -

Polisi mengamankan tiga pelaku pencurian tebu seberat 8 ton. Pencurian dilakukan di lahan kebun milik Pusat penelitian gula Djengkol PTPN X Kediri di Dusun Djengkol, Desa Plosokidul, Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Tiga pelaku yakni NA (40), BR (41), dan AM (30). Ketiganya merupakan warga setempat. Aksi pencurian itu melibatkan satu orang dalam yakni asisten muda sekaligus menjabat sebagai Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yakni NA.

"Tertangkapnya tiga pelaku ini berawal Pusat penelitian gula Djengkol PTPN X Kediri melaporkan kejadian pencurian tebu yang diangkut menggunakan truk," kata AKP Imron, Kapolsek Plosoklaten, Senin (15/8/2022).

Imron menuturkan pencurian itu terungkap saat dua satpam melaksanakan pemantauan di kebun C-2 milik PTPN X pada Kamis (11/8) sekitar pukul 15.15 WIB.

Saat itu, satpam melihat ada aktivitas penebangan muat tebu. Ketika selesai sekitar pukul 17.00 WIB, tebu dengan berat sekitar 8 ton itu diangkut menggunakan truk bernopol S 9770 WE yang kemudian keluar dari kebun yang diikuti langsung oleh satpam.

"Ternyata truk itu tidak masuk di Pos Penjagaan Jamban Desa Plosokidul, Plosoklaten, melainkan langsung melaju ke arah barat," jelas Imron.

Melihat hal itu satpam pun tetap mengawal dan mengikuti truk tersebut hingga masuk ke dalam emplasemen PG Pesantren Baru Kediri.

Saat itu, satpam PTPN X yang melakukan pengecekan di pintu masuk ternyata melihat truk menggunakan surat perintah jalan bukan dari kebun pusat penelitian melainkan surat perintah dari Kebun tani atau Tebu rakyat (TR) wilayah Kecamatan Gurah.

"Di situlah diketahui tebu itu diambil dari Kebun C-2 tanpa izin dari Pusat penelitian gula Djengkol PTPN X Kediri. Kemudian korban melapor," Jelas Imron.

Imron mengungkapkan petugas satpam PTPN X langsung mengamankan sopir truk bersama sopir di lokasi. Kasus itu lantas dilaporkan ke Polsek Plosoklaten.

Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa 1 unit truk bernopol S 9770 WE warna kuning, tebu dengan berat sekitar 8 ton, dan surat perintah tebang angkut. Atas kejadian tersebut pihak PTPN mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Imron menambahkan kasus pencurian itu melibatkan orang dalam yang dilakukan oleh pelaku berinisial NA yang menjabat sebagai asisten muda. Di desanya, NA juga menjabat sebagai Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten.

"NA ini sebagai otaknya. Untuk BR dan AM diamankan di PG Pesantren Baru saat hendak menjual tebu hasil curiannya. Sedangkan, NA diamankan di rumahnya," Pungkas Imron.

Sedangkan untuk motif, Imron mengungkapkan dilatarbelakangi karena terlilit utang. Sehingga nekat mengambil ataupun menjual tanpa izin tebu milik perusahaan dengan menyuruh dua sopir suruhannya yakni BR dan AM. Selain itu, NA juga mengaku sudah menjalankan aksinya sebanyak tiga kali.

"Ketiga pelaku sudah kami amankan ke Mako Polsek Plosoklaten untuk proses hukum lebih lanjut," tandas Imron.



Simak Video "Dicari! Sosok yang Viralkan Jenazah Tak Diantar Warga Bak Sinetron"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)