Mas Bechi dan Korban Pertama Kali Bertemu di Ruang Sidang PN Surabaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 15 Agu 2022 16:21 WIB
Ketua Tim Penasihat Hukum Mas Bechi, I Gede Pasek Suardika, ditemui awak media di PN Surabaya.
Ketua Tim Penasihat Hukum Mas Bechi, I Gede Pasek Suardika bertemu wartawan di PN Surabaya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Untuk pertama kalinya selama sidang perkara dugaan pelecehan seksual, Mochammad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi bertemu dengan korban. Keduanya bertemu dalam sidang kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Tapi tidak berada di satu ruangan.

Mas Bechi menjalani sidang itu secara offline dari PN Surabaya. Namun, putra pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang itu menjalani sidang di ruangan berbeda dengan 1 saksi korban yang menjalani sidang itu di Ruang Cakra.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim, sidang yang berlangsung secara tertutup bagi wartawan itu berlangsung selama 5,5 jam. Mulai pukul 09.00 WIB-14.30 WIB.

Ketua Tim Penasihat Hukum Mas Bechi, I Gede Pasek Suardika mengamini itu. Menurutnya, Mas Bechi dan saksi korban dihadirkan dalam sidang tapi di ruangan terpisah karena adanya rekomendasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Tadi ada usulan dari LPSK agar tidak bertemu antara terdakwa dengan saksi. Akhirnya sidang di 2 ruangan yang berbeda. Ini baru 1 saksi, skorsing, dan pukul 14.45 dilanjut lagi," katanya kepada awak media di PN Surabaya, Senin (15/8/2022).

Selama sidang, Mas Bechi dan saksi tak dipertemukan secara tatap muka. Namun, Mas Bechi bisa mendengarkan dan melihat sidang dari ruangan berbeda dan tidak diperkenankan melakukan konfrontasi atau mendebat pernyataan saksi di waktu yang bersamaan.

"Tidak bisa (Menjawab kesaksian langsung), tapi beliau bisa mendengarkan. Tidak bisa menjelaskan. Tapi, ya, sudah lah drama model apa kita ikuti saja lah. Karena saksi, PH, dan jaksa untuk mencari kebenaran. Tapi nanti beliau akan ditanyakan terakhir di ruang sidang benar atau tidak. Yang penting, saksi dihadirkan untuk menguji korban dengan 2 peristiwa itu benar atau tidak," ujarnya.

Gede menyebut pada sidang pernyataan saksi atau kesaksian ini ada sebanyak 5 saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut. Seluruh saksi tersebut dihadirkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Ada 5 (saksi dari JPU), tapi 1 saja tadi cukup panjang karena banyak penjelasan yang memang harus diricek dan dikonfrontir dengan dokumen-dokumen yang ada. Termasuk BAP dan alat bukti. Ini saksi korban dan yang paling penting, karena kan intinya ada 1 korban dengan 2 peristiwa. Jadi dakwaan itu lah yang kami uji. Waktunya kami kroscek," tuturnya.



Simak Video "Mas Bechi Ditangkap! Pengurus Orasi Perang Bela Shiddiqiyyah"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)