325 Motor Berknalpot Brong di Nganjuk Dirazia Karena Bikin Bising

Sugeng Harianto - detikJatim
Selasa, 09 Agu 2022 23:50 WIB
Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Dini Annisa mengecek motor
Foto: Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Dini Annisa mengecek motor (Sugeng Harianto/detikJatim)
Nganjuk -

Satlantas Polres Nganjuk mengamankan 325 unit kendaraan roda dua. Ratusan motor tersebut terjaring razia karena membuat gaduh dengan knalpot brongnya.

"Total ada 325 unit kendaraan roda dua yang diamankan Satlantas Polres Nganjuk karena melanggar menggunakan knalpot brong atau membuat onar suara bising," ujar Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson saat dikonfirmasi detikJatim Selasa (9/8/2022).

Ratusan kendaraan sepeda motor berknalpot brong tersebut, kata Boy, diamankan saat operasi Jaya Stamba 2022. Operasi dilaksanakan oleh Satlantas Polres Nganjuk sejak tanggal 5 hingga 13 Agustus 2022.

"Kita menggelar operasi Jaya Stamba 2022 terhitung mulai tanggal 5 hingga 13 Agustus. Kegiatan rutin berupa penegakan hukum yang telah dilaksanakan setiap saat oleh Satuan Lalu Lintas," kata Boy.

Boy menambahkan dalam operasi Jaya Stamba 2022, juga melibatkan satuan setingkat Polsek jajaran di Polres Nganjuk. Dalam operasi itu, ia mengimbau terutama kepada anak muda tak menggunakan knalpot brong.

"Dengan demikian, cakupan operasi bisa jauh lebih luas karena melibatkan banyak personel. Kita imbau agar pengendara utamanya anak muda untuk tidak memakai knalpot brong," tandas Boy.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Dini Annisa Rahmat mengatakan bahwa selain mengamankan 325 motor berknalpot brong, Polisi juga melakukan penilangan terhadap 125 pengendara karena tidak memiliki SIM.

"Total hingga saat ini telah menindak 462 pelanggar dengan barang bukti kendaraan roda dua sebanyak 325 unit berknalpot brong. Kemudian STNK sebanyak 125 lembar karena berbagai pelanggaran tidak memiliki SIM, dan kita juga amankan SIM 12 lembar karena tidak membawa STNK," kata Dini.

Dini menjelaskan kriteria pelanggaran yang ditindak yakni salah satunya motor tak sesuai spesifikasi. Seperti menggunakan knalpot brong.

"Selain itu jika pelaku balap liar dan pengendara yang dalam pengaruh alkohol atau narkoba," papar Dini.

"Bagi pelanggar yang ingin mengambil kendaraannya harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan, yaitu membawa surat hasil sidang tilang di Kejaksaan beserta bukti pembayaran tilang. Jangan lupa membawa surat pernyataan yang ditandatangani atau mengetahui dari Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, dan orang tua yang berisikan tidak akan mengulangi perbuatannya," imbuhnya.

"Kami telah menyosialisasikan operasi Jaya Stamba 2022 ini melalui berbagai media massa dan platform jejaring sosial seperti Instagram dan Facebook. Kami juga mengimbau kepada pemilik bengkel untuk tidak melayani pemasangan asesoris yang tidak sesuai dengan spektek, terutama knalpot brong," tandas Dini.



Simak Video "Unik! Patung Ikan Ini Dibuat dari Knalpot Brong Sitaan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)