Kabar Nasional

Lawan Antam, Kasasi Crazy Rich Budi Said soal 1,1 Ton Emas Dikabulkan MA

Tim detikNews - detikJatim
Sabtu, 02 Jul 2022 13:56 WIB
Konglomerat Budi Said yang menggugat Antam 1,1 ton emas
Budi Said/Foto: Dok. Istimewa
Surabaya -

Kasasi Budi Said melawan PT Antam akhirnya dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA). Sebelumnya, Crazy rich Budi Said menggugat PT Antam soal emas seberat 1,1 ton.

"Kabul," demikian bunyi putusan kasasi yang dikutip detikNews, Sabtu (2/7/2022).

Putusan ini diketok pada 29 Juni lalu. Duduk sebagai ketua majelis Maria Anna Samiyati dengan anggota Rahmi Mulyati dan Pandji Widagdo. Namun, MA belum menjelaskan maksud amar kabul itu.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya pada 2021 mengabulkan permohonan Antam melawan konglomerat Surabaya, Budi Said. Perusahaan pelat merah itu lolos atas ganti rugi 1,1 ton emas ke Budi Said sebagaimana vonis Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Kasus ini bermula saat Budi Said bertemu pimpinan Antam Surabaya dan berlanjut pembelian emas pada 2018. Budi kemudian melakukan transaksi dengan 73 kali transfer ke rekening PT Antam. Total harga yang dibayar Rp 3,9 triliun dengan harapan mendapatkan 7 ton emas.

Saat itu, Budi baru menerima 5.935 kilogram emas. Lalu sisanya, sebanyak 1.136 kilogram emas tidak kunjung dikirim. Budi pun melaporkan kasus ini ke polisi dan juga jalur perdata. Kasus bergulir ke pengadilan.

Pada awal 2021, PN Surabaya menyatakan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah melakukan perbuatan melanggar hukum kepada Budi Said. Antam diharuskan membayar ganti rugi kepada Budi Said sebanyak:

1. Menghukum Tergugat I membayar kerugian materiil kepada Penggugat sebesar Rp 817.465.600.000 (Rp 817 miliar) atau menyerahkan emas seberat 1.136 kilogram emas batangan Antam kepada Penggugat dan apabila tidak diserahkan emas seberat 1.136 kilogram maka diganti dengan uang setara dengan harga emas pada saat pelaksanaan putusan ini;
2. Menghukum Tergugat V membayar kerugian materiil kepada Penggugat sebesar Rp 92.092.000.000 (Rp 92 miliar)
3. Menghukum Tergugat I dan Tergugat V secara tanggung renteng (hoofdelijk) membayar kerugian immateriil kepada Penggugat sebesar Rp 500.000.000.000 (Rp 500 miliar) secara seketika dan sekaligus sejak perkara a quo memiliki putusan berkekuatan hukum tetap.
4. Menghukum Tergugat I dan Tergugat V membayar uang paksa (dwangsom) senilai Rp 100.000.000 (Rp 100 juta) untuk setiap hari keterlambatan oleh Tergugat I dan Tergugat V memenuhi pembayaran ganti rugi menurut isi putusan dalam perkara a quo;

Antam tak tinggal diam, bagaimana langkah mereka? Simak di halaman selanjutnya