Polisi Buru Pria Inisial E, Dalang Pembunuhan Bos Rongsokan Sidoarjo

Polisi Buru Pria Inisial E, Dalang Pembunuhan Bos Rongsokan Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Jumat, 01 Jul 2022 22:29 WIB
Pelaku pembunuh Sabar, bos rongsokan Sidoarjo berinisial JO
JO, pelaku pembunuhan Sabar, bos rongsokan Sidoarjo. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Misteri pembunuhan Sabar (37), bos rongsokan Sidoarjo terungkap. Polisi telah menangkap eksekutor berinisial JO yang diduga secara terencana membunuh sabar atas permintaan pria berinisial E yang menjanjikan imbalan Rp 100 juta. Kini polisi sedang memburu E yang diketahui merupakan sepupu JO.

Kapolresta Sidoarjo Kusumo Wahyu Bintoro menyatakan bahwa tersangka JO merupakan saudara sepupu E. JO melakukan pembunuhan itu demi mendapatkan imbalan Rp 100 juta dari E. Namun sebelum JO menerima uang itu polisi lebih dulu membekuknya di tempat persembunyiannya di Sokobanah, Sampang.

"Bahwa saudara JO ini disebut diberi order oleh saudara E yang masih merupakan sepupunya dengan dijanjikan nominal 100 juta rupiah. Uang itu belum diterima saudara JO sudah lebih dulu kami amankan," ujar Kusumo saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (1/7/2022).

Kepada wartawan Kusumo menyatakan bahwa dalam kasus pembunuhan ini polisi telah menetapkan dua orang tersangka. Selain JO, polisi juga telah menetapkan pria berinisial E sebagai tersangka yang menjadi otak pembunuhan bos rongsokan tersebut. "Jadi saudara E ini juga tersangka," kata Kusumo.

Lantas di mana keberadaan E saat ini? Kusumo menyatakan bahwa polisi masih melakukan pencarian. Menurut pengakuan tersangka JO kepada polisi, E menyampaikan penawaran membunuh Sabar kepadanya sekitar 2 pekan sebelum penembakan di bawah fly over sebelah barat Pasar Larangan itu terjadi.

"Tadi dari pengakuan tersangka (JO) dia 2 minggu sebelumnya baru diberi order untuk melakukan perbuatan tersebut (membunuh Sabar). Tapi untuk pengancaman atau apa ini tidak ada. Jadi pemberi order saudara E ini juga tersangka. Saudara E sedang kami buru. Kami upayakan semaksimal mungkin agar tertangkap," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Tedje menyebutkan bahwa korban dengan pelaku JO masih satu kampung. Selain itu, JO dengan E yang menjadi otak pembunuhan bos rongsokan itu juga masih merupakan sepupu.

"Tersangka ini satu kampung dengan korban. Pelaku dengan yang menyuruh juga kenal, mereka masih saudara sepupu," katanya.

Sabar, bos rongsokan yang ditembak hingga meninggal oleh JO merupakan warga Desa Wates Tani, Nguling, Pasuruan. Sementara berdasarkan informasi yang didapat detikJatim, JO merupakan warga Desa Wotgalih, Nguling.

Sebelumnya Kusumo mengungkap motif pembunuhan Sabar berdasarkan keterangan dari tersangka JO. Ia mengatakan bahwa motif pembunuhan itu diketahui karena dendam. E yang menjadi dalang pembunuhan itu meminta JO membunuh sabar karena E merasa istrinya pernah digoda oleh korban.

"Jadi pelaku JO ini menembak (korban) karena mendapat order dari saudara E. Untuk sementara keterangan dari pelaku dan beberapa saksi, saudara E ini memiliki dendam pribadi terhadap korban," kata Kusumo.

Kusumo mengatakan berdasarkan keterangan JO, dia menembak korban karena diberitahu oleh E bahwa korban telah mengganggu istri E. E lalu mengorder JO untuk membunuh korban dengan imbalan Rp 100 juta jika JO berhasil membunuh Sabar.

"Jadi 5 tahun yang lalu, istilahnya E ini merasa bahwa istrinya diganggu oleh korban," kata Kusumo.

Istri Sabar membantah bahwa suaminya pernah mengganggu istri E. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.