Jenazah Bos Rongsokan Korban Penembakan Dimakamkan di Pasuruan

Suparno - detikJatim
Kamis, 30 Jun 2022 13:31 WIB
Rumah kontrakan sekaligus tempat barang rongsokan milik Sabar
Suasana rumah kontrakan sekaligus tempat rongsokan almarhum Sabar (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Bos rongsokan bernama Sabar (37) yang menjadi korban penembakan di Desa Tenggulunan, Candi, Sidoarjo, meninggal dunia. Tetangga menyebut jenazahnya dibawa ke Pasuruan.

Safii tetangga almarhum, dia mengatakan kabar duka itu diterima sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu juga tetangga terdekat bangun menyiapkan pemakaman.

"Dikira oleh tetangga jenazah dibawa ke rumah rongsokan. Setelah mendapat kabar, jenazah dibawa langsung ke rumah asal (Pasuruan). Kemudian warga mengirimkan perwakilan ke rumah duka," kata Safii kepada detikJatim, Kamis (30/6/2022).

Jumiati (36), salah satu pegawai usaha rongsokan mengaku bahwa dirinya mendapat informasi Sabar meninggal sekitar pukul 23.00 WIB.

"Saya dapat informasi Pak Sabar meninggal itu sudah malam. Katanya jenazah langsung dibawa ke rumah asalnya," kata Jumiati.

"Hampir semua pegawai takziah ke sana," tegasnya.

Di rumah kontrakan sekaligus tempat mengepul barang bekas itu, tinggal Jumiati bersama suaminya yang menjaga tempat rongsokan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja membenarkan bahwa korban penembakan meninggal.

"Benar korban penembakan juragan rosokan meninggal dunia. Kami dapat informasi dari pihak RSUD Sidoarjo, meninggalnya korban sekitar pukul 21.59 WIB," kata Oscar saat dihubungi.

Sementara informasi yang diterima dari istri almarhum, Wiwin, desa asal mereka adalah di Desa Wates Tani, Nguling, Pasuruan. Jenazah akan dikebumikan di desa tersebut.

Bapak dua itu sempat dirawat 2 hari setelah menjalani operasi pengambilan proyektil, Senin (27/6/2022) malam. Saat itu istri dan tetangganya membawa ke RSUD Sidoarjo. Namun kodisi korban masih kritis.

"Setelah dirawat selama dua hari tidak tertolong, pasien meninggal dunia sekitar pukul 22.10 WIB," kata Wadir Pelayanan RSUD Sidoarjo dr Wasis Nuripso kepada wartawan.

Pihaknya sudah memberikan penanganan dengan memberi bantuan alat pernafasan. Namun kondisi pasien tidak stabil membuat warga Desa Tenggulunan, Kecamatan, Candi, Sidoarjo, tidak mampu bertahan.

"Kami berusaha untuk menstabilkan kondisi pasien di ICU, namun ternyata upaya tersebut gagal," tambahnya.



Simak Video "Istri Korban Sebut Otak Pembunuhan Bos Rongsokan di Sidoarjo Masih Saudara"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)