Pasca-OTT Hakim Itong, PN Surabaya Tolak Gugatan Pembubaran PT SGP

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 25 Mei 2022 23:17 WIB
kuasa hukum termohon PT SGP Billy Handiwiyanto
Kuasa hukum termohon PT SGP Billy Handiwiyanto. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Surabaya telah memutuskan menolak seluruhnya perkara permohonan pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP). Perkara ini berkaitan dengan OTT Hakim PN Surabaya oleh KPK.

Berdasarkan berkas perkara, permohonan pembubaran PT SGP itu diajukan oleh Achmad Prihantoyo dan Abdul Majid terhadap dokter Muhammad Sofyanto dan dokter Yudi Her Oktaviono.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Hakim Tunggal Titik Budi Winarni saat membacakan putusan tentang perkara itu di PN Surabaya, Rabu (25/5/2022).

Terpisah, kuasa hukum termohon Billy Handiwiyanto mengamini itu. Menurutnya, seluruh permohonan pemohon ditolak berdasarkan pasal 142 Undang-Undang (UU) Perseroan Terbatas.

"Sidangnya siang tadi, sudah diputus dan berlangsung sangat singkat. Sekitar jam 12.00 WIB," ujarnya ketika dikonfirmasi detikJatim.

Menurutnya, putusan hakim itu mempertimbangkan bahwa pemohon dianggap tidak mempunyai legal standing untuk mengajukan pembubaran PT SGP.

Bahkan, imbuhnya, hakim menyebut tak ada RUPS yang membahas perihal pembubaran PT SGP. Kini pihaknya tengah menanti langkah selanjutnya dari pihak pemohon.

"Terima kasih kepada hakim karena sudah memutus secara adil. Kami masih menunggu langkah dari pemohon, apakah ada upaya hukum atau menerima putusan. Kami ingin cepat inkrah," ujarnya.

Sebelumnya, perkara itu ditangani hakim nonaktif PN Surabaya Itong Isnaeni Hidayat. Kasus itu sempat mangkrak karena di tengah proses persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) atas Itong.

Saat diringkus, Itong terpergok tengah menerima suap. Kala itu, ada dugaan kuat Itong menerima suap untuk mengabulkan permohonan dari kuasa hukum pemohon, Hendro Kasiono.

Selain menangkap Itong dan kuasa hukum pemohon, lembaga anti rasuah itu juga mengamankan asisten panitera Dewi, panitera pengganti M. Hamdan dan pemohon Achmad Prihantoyo.

Seluruhnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini oleh KPK. Dalam konferensi pers KPK, mereka terlibat dalam praktik suap senilai Rp 1,3 miliar.



Simak Video "KPK OTT Hakim-Panitera PN Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)