Pria Penuh Luka di Jember Ternyata Tewas Dibunuh 10 Temannya

Tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 20 Mei 2022 16:26 WIB
Penganiayaan di Jember
10 Orang jadi tersangka pengeroyokan korban hingga tewas (Foto: Dokumentasi Polres Jember)
Jember -

Mayat pria penuh luka di wajah ditemukan warga di tepi jalan Candradimuka, Dusun Sumberan, Desa Karanganyar, Ambulu, Jember, Rabu (18/5/2022). Ternyata, mayat pria tersebut adalah M Sholeh. Ia tewas dianiaya 10 temannya lantaran pamit pulang saat diajak pesta miras.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan korban diundang tersangka berinisial R ke rumahnya untuk melihat sapi. Namun, saat di rumah R, ternyata sedang ada pesta miras. Korban pun diajak pesta miras.

Lalu, sekitar pukul 22.00 WIB korban kemudian pamit pulang. Saat korban pamit, ada salah satu pelaku yang meneriaki korban maling. Para pelaku lainnya kemudian menyusul korban hingga ia dibawa paksa kembali ke rumah R untuk melanjutkan pesta miras.

Namun, usai dibawa paksa, korban dikeroyok 10 orang yang tengah pesta miras tersebut. Penganiayaan ini dimulai dari satu pelaku, lalu sembilan pelaku lainnya ikut mengeroyok korban. Mereka menganiaya korban menggunakan kayu, batu, dan bambu hingga menyebabkan korban tewas.

"Tersangka Rafi Romadhon meneriaki korban maling sehingga tersangka bersama teman-temannya yang lagi acara pesta miras langsung melakukan penganiayaan. Alasan meneriaki maling dikarenakan korban meninggalkan tempat acara miras dari kelompok tersangka," papar Hery, Jumat (20/5/2022).

10 tersangka tersebut yakni Muhammad Nor Sholeh, Rafi Romadhon, dan Aris Wahyudi warga Dusun Sumberan, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Jember. Lalu, Andi Rian Wijaya, warga Dusun Karanganyar, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember.

Tersangka lain yakni Meitri Susanto dan Tiar, warga Dusun Sumberan, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, Jember. Sementara itu tersangka bernama Topek, Aris alias Buleng, Mr X dan Mr X masih DPO.

Polisi masih mendalami motif dari aksi penganiayaan ini. Dia mengungkapkan, keterangan para pelaki masih berbelit.

"Meskipun mereka mengakui melakukan penganiayaan. Tapi mereka merasa korban adalah maling (berdasarkan ada teriakan maling)," jelasnya.

Selain itu, dari pernyataan pelaku, penganiayaan ini dilakukan karena di TKP tersebut sering terjadi aksi pencurian. Untuk itu, mereka langsung bereaksi saat ada teriakan maling.

"Jadi diduga korban dianiaya karena dituduh sebagai pencuri," tambahnya.

Sementara itu, untuk barang bukti yang diamankan polisi, yakni alat-alat yang digunakan untuk melakukan penganiayaan berat. Seperti batang bambu, sebongkah batu, dan balok kayu. Juga beberapa pakaian milik korban yang digunakan saat kejadian

"Terhadap para tersangka, akan diterapkan Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 170 ayat 1, 2, dan 3, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Para pelaku yang kami amankan ada 7 orang, 3 lainnya masih DPO," pungkasnya.



Simak Video "Kisah Pemilik Kue Kacang Di Jember yang Raup Omzet Ratusan Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)