Alasan Klise Sang Sopir Tak Sengaja Lecehkan Perempuan di Terminal Arjosari

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 25 Apr 2022 09:00 WIB
Pihak terminal Arjosari meminta korban yang mengaku dilecehkan datang untuk menunjuk langsung siapa pelaku pelecehan itu.
Lokasi ngetem bus yang menjadi tempat terjadinya dugaan pelecehan seksual. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Kasus dugaan pelecehan seksual di Terminal Arjosari, Kota Malang memasuki babak baru. Seorang sopir personel Terminal Arjosari mengakui dia pernah bersinggungan dengan korban.

Pengakuan sopir itu terungkap ketika pihak Terminal Arjosari mengumpulkan semua personel demi mengidenftifkasi oknum terduga pelaku pelecehan seksual pihak Terminal Arjosari, Malang.

Salah satu sopir berinisial I akhirnya mengaku. Petugas Kementerian Perhubungan selaku Pengatur Lalu Lintas Angkutan di Terminal Arjosari Bledug Kuswono yang mengungkapkan hal itu.

"Setelah kemarin viral kami kumpulkan semua. Petugas yang piket, awak bus, bahkan makelar kami kumpulkan," ujar Bledug kepada wartawan ditemui di Terminal Arjosari, Senin (25/4/2022).

Pada saat dikumpulkan itulah, menurut Bledug, ada sopir berinisial I itu mengakui bahwa dia memang sempat bertemu dan bersinggungan dengan korban.

"Di situ kemudian ada salah satu sopir yang mengaku," ujar Bledug.

Sopir yang mengaku itu adalah sopir Bus Antarkota Dalam Provinsi. Meski mengakui adanya kejadian itu tapi yang bersangkutan menyebutkan bahwa kejadiannya tidak disengaja.

"Driver dan kondektur sudah saya panggil, dia mohon maaf kalau kejadiannya seperti itu. Disampaikan itu bukan disengaja," ujarnya.

Sebelumnya, lokasi toko ritel (Indomaret) yang menjadi tempat kejadian pelecehan itu memang ada di luar area Terminal Arjosari.

Dari penelusuran detikJatim di lokasi, Minggu (24/4/2022), sesuai dengan pengakuan korban kejadian itu memang berloasi tepat di Jalan Raden Intan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Toko ritel itu berada di tepi jalan di mana juga menjadi lokasi mangkal bus antar kota dalam propinsi usai keluar dari Terminal Arjosari.

Jaraknya kurang dari 100 meter dari pintu keluar terminal. Calon penumpang memang banyak terlihat menaiki bus dari titik itu.

Sejumlah orang makelar juga membantu awak bus untuk mendapatkan calon penumpang, dengan mengumumkan kota tujuan dari armada bus yang mengantre paling depan.

Pengelola Terminal Arjosari mengaku, jika titik tersebut bukan menjadi lokasi resmi armada bus menaikkan penumpang.

"Kalau menurut aturan undang-undang, jarak 50 meter dari pintu keluar bus bukan wewenang kita (Kemenhub). Tapi untuk yang parkir disitu kan bus. Otomatis yang bertanggung jawab kita," kata Bledug Kuswono.

Menurunya, sudah berulangkali dia meminta para penumpang menaiki bus dari shelter yang tersedia di dalam terminal. Tapi usaha itu seakan tak dihiraukan.

"Tapi masalah penumpang, nah ini kan tidak kita awasi. Penumpang sudah saya siarkan di pos tolong masuk ke dalam terminal," tuturnya.

Perempuan berinisial A (26) mengaku korban pelecehan seksual. Ia menyadari dan mengaku salah menaiki bus dari titik itu. Tetapi bagaimana pun tindak pelecehan yang dialami semestinya tidak terjadi.

"Saya akui, saya salah naik dari bus dari sana. Tapi saya punya mengapa dari situ. Karena lebih cepat, jika masuk terminal jalannya jauh dan tidak nyaman," ujarnya saat dihubungi detikJatim.

Bledug pun meminta korban bisa kembali datang ke Terminal Arjosari untuk menyelesaikan persoalan. Dia berharap korban mengidentifikasi pelaku dan membantu pihaknya mendisiplinkan personel yang diduga lalai saat menjalankan tugas.



Simak Video "Aksi Polantas Malang Bantu Ibu Hamil Muda Sesak Napas"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)