Bos KSP di Banyuwangi Tipu Rp 260 M Ditahan, Korban Bersyukur Hukum Ditegakkan

Ardian Fanani - detikJatim
Rabu, 30 Mar 2022 19:59 WIB
koperasi simpan pinjam banyuwangi
Linggawati di Kejari Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tinara, Linggawati Wijaya, dijebloskan ke penjara. Linggawati ditahan setelah berkas perkara dilimpahkan oleh penyidik Polda Jatim ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Para korban bersyukur, keadilan yang ditempuh selama 2 tahun mendapatkan perhatian dari aparat penegak hukum.

Salah satu korban adalah keluarga Vivi, warga Kecamatan Genteng. Vivi bersyukur kasus penipuan dan penggelapan itu diproses hukum. Karena sudah 2 tahun kasus ini seakan tak diproses oleh aparat penegak hukum.

"Sangat bersyukur bisa diproses dan ditahan saat ini. Memang belum diakhir, tapi ini sebagai awal dari diadilinya orang yang telah menipu kami," ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).

Vivi mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 1,25 Miliar. Vivi mengaku sudah tidak mendapatkan bayaran dari bunga sejak September 2019 lalu. Sehingga, pihaknya melaporkannya ke Polda Jatim.

"Awal 2020 lalu telah dilaporkan, bersama tujuh orang korban lainnya," kata Vivi.

Vivi mengatakan keluarganya melakukan investasi ke KSP Tinara sejak empat tahun lalu. Sebelumnya, pembayaran dalam investasi tersebut cukup lancar. Namun, sejak September 2019 tidak ada pembayaran sama sekali.

"Untuk tujuh orang yang dalam grup saya sendiri, kerugiannya sekitar Rp 14 Miliar," terangnya.

Vivi menambahkan, sedangkan jumlah nasabah sendiri mencapai 416 orang. Jika keseluruhan, kerugiannya mencapai Rp 260 Miliar.

"Kita berharap bisa diproses secara hukum, bahkan dikembalikan kerugian para nasabah," harapnya.

Sementara itu, kuasa hukum 10 pelapor, Abdul Malik mengapresiasi langkah polisi dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi yang telah melakukan penahanan terhadap tersangka.

"Ini langkah baik dan kami apresiasi langkah aparat penegak hukum," ujarnya kepada wartawan.

Malik menjelaskan proses aksi dugaan penipuan itu, saat beberapa korban tergiur dengan investasi di KSP tersebut. Ditambah lagi saat itu, Linggawati menjabat sebagai Ketua Tionghoa yang beragama Budha. Nasabah yang mayoritas beragama Budha ini menyimpan uangnya di KSP Tinara milik Linggawati karena nasabah percaya terhadap Linggawati selaku ketua jemaah.

"Para nasabah ini percaya karena Linggawati ini sebagai ketua di perkumpulan agama Budha itu. Itu pun dengan iming-iming bunga dari koperasi tersebut," kata Malik.

Namun sejak September 2019 lalu, lanjut Malik, KSP milik Linggawati ini tidak memberikan bunga kepada para nasabah. Diduga kuat, uang yang jadi hak nasabah tersebut, digunakan oleh Linggawati untuk berkeliling dunia bersama keluarganya.

"Sejak September 2019 lalu, KSP Tinara tidak memberikan bunga kepada para nasabahnya, kami juga tidak tahu uang para nasabah masih ada apa belum, yang jelas, Linggawati selalu menggolor-ngolor waktu untuk memberikan bunga yang seharusnya menjadi hak nasabah," pungkas Malik.

Malik juga menyampaikan jika nasabah sudah pernah melakukan pertemuan dengan Linggawati. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan siasat Linggawati untuk mengulur-ulur waktu agar KSP tidak memberikan bunga terhadap para nasabahnya.

"Kepada para nasabah, ibu Linggawati mengatakan jika ada Investor mau masuk untuk mengambil take offer dana dan akan dibayarkan kepada nasabah. Tapi itu akal-akalan bu Lingga saja itu," jelasnya.

Malik menambahkan, untuk itulah para nasabah tersebut melaporkan ke Polda Jatim terkait kasus dugaan penggelapan dan pencucian uang.

"Alhamdulillah terus berproses saat ini," pungkasnya.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi menahan Bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tinara Rogojampi, Banyuwangi. Penahanan ini dilakukan, setelah Kejari Banyuwangi mendapatkan pelimpahan berkas tersangka dari Polda Jatim. Diduga dalam kasus ini, tersangka melakukan penggelapan dan penipuan miliaran rupiah.

Tersangka, Linggawati Wijaya, dibawa oleh kendaraan Kejari Banyuwangi ke Lapas Banyuwangi, sekira pukul 18.30 WIB, Selasa (29/3/2022). KSP Tinara yang berlokasi di Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi tersebut, sudah memakan korban 416 orang nasabah. Dengan total kerugian mencapai Rp 260 Miliar.

Linggawati dilaporkan oleh 10 orang dengan Kerugian mencapai Rp 14,4 Miliar.



Simak Video "Korban Penggelapan Motor Curhat ke Kapolri, Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)