Dua Pesilat di Lamongan Dibekuk Gegara Keroyok Anak di Bawah Umur

Dua Pesilat di Lamongan Dibekuk Gegara Keroyok Anak di Bawah Umur

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 07 Mar 2022 15:19 WIB
Mahasiswa penganiaya anak berkaitan kelompok pencak silat di Lamongan ditangkap
Dua pesilat diamankan karena mengeroyok anak di bawah umur (Foto: Eko Sudjarwo)
Ngimbang -

Dua juga pesilat di Lamongan harus berhadapan dengan polisi. Mereka menganiaya seorang anak yang masih di bawah umur. Tak hanya penganiayaan, dua pesilat ini juga diduga merusak sebuah kafe di Lamongan.

Dua pesilat itu adalah S (24) dan SA (18). Keduanya pesilat yang juga mahasiswa asal Desa Purwokerto, Kecamatan Ngimbang.

Mereka berdua disangkakan melakukan penganiayaan terhadap AK (16), seorang remaja dari Desa Durikedungrejo, Kecamatan Ngimbang.

"Kejadian itu terjadi pada Minggu lalu (27/2/2022), sekitar pukul 20.30 WIB, dengan TKP di dalam kafe bernama Naik Daun di Jalan Raya Babat-Jombang, tepatnya di Dusun Balong, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang," kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana saat konferensi pers di Mapolres Lamongan, Senin (7/2/2022).

Sekitar pukul 20.30 WIB, ujar Miko, korban secara tiba-tiba dihampiri oleh 2 pelaku yang tak dikenal dengan maksud menantang korban untuk berkelahi. Karena korban tak menanggapi, akhirnya dua pelaku langsung memukul korban AK.Kejadian ini, kata Miko, bermula ketika korban AK bersama seorang temannya memesan kopi di kafe itu. Setelah memesan kopi, keduanya lalu duduk di kursi tengah sambil memainkan smartphone mereka.

Tak cukup itu, 3 pelaku lainnya yang hingga kini masih dalam pencarian (DPO) turut membantu mengeroyok korban secara bersama sama.

"Kedua pelaku ditangkap Selasa (1/3/2022) sekitar pukul 12.30 WIB oleh Tim Jaka Tingkir Sat Reskrim Polres Lamongan, di rumahnya. Sementara, 3 pelaku lainnya yakni R, J, dan D masih DPO," kata Miko seraya meminta para pelaku yang masih DPO segera menyerahkan diri.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Miko, mereka berdua mengakui perbuatannya dan saat ditanya mengenai motif perbuatannya keduanya mengaku disuruh oleh rekannya sesama perguruan silat dengan inisial R yang masih DPO.

Miko memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun, dia tidak peduli dari perguruan silat apa pun. Jika bersalah tetap akan ditindak tegas. "Kami tidak memandang dari kelompok mana pun. Kalau bersalah akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Yown Septi Hendri menambahkan, selain membekuk pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan para tersangka. Di antaranya 1 buah gelas mika dalam keadaan pecah dan 10 keping pecahan gelas kaca.

"Pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 170 ayat (2) ke 1e KUHP Jo pasal 80 UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman penjara selama-lamanya 7 tahun dan denda paling banyak Rp 72 juta," ujarnya.



Simak Video "Sakit Hati Dituduh Selingkuh, Wanita di Kotamobagu Aniaya 3 Balitanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)