Kasus Anak Punk Bunuh Santri di Ngawi Direkonstruksi

Sugeng Harianto - detikJatim
Minggu, 23 Jan 2022 17:50 WIB
pembunuhan santri di ngawi oleh anak punk direkonstruksi
Rekonstruksi pembunuhan santri di Ngawi (Foto: Sugeng Harianto/detikcom)
Ngawi -

Polres Ngawi menggelar rekonstruksi tewasnya Muhammad Anik (17), warga Rembang, Jateng, santri salah satu ponpes di Bojonegoro yang dilakukan anak punk. Dua anak punk tersebut yakni MASB (21) dan WZNM (14), warga Sidoarjo memperagakan 8 adegan atas tewasnya korban, Minggu (16/1) sore.

"Hari ini kita menggelar rekonstruksi atas meninggalnya salah satu santri yang terjatuh dari truk. Di mana penyebabnya yakni dua anak punk yang sudah kita ringkus," ujar Wakapolres Ngawi Kompol Ricky Tri Dharma kepada wartawan, Minggu (23/1/2022).

Dalam rekonstruksinya, kata Ricky, pelaku WZNM (14) diperankan anggota Satreskrim dan tersangka MASB (21) sedang minum-minuman keras jenis arak Jowo di warung dekat pertigaan lampu merah Jalan Raya Ngawi-Caruban di Desa Tawun.

"Jadi adegan awal tersangka MASB sedang mabuk minuman keras di salah satu warung kemudian adegan ke dua WZNM. Tersangka MASB sedang mengamen di pertigaan lampu merah Desa Tawun. Saat itu melihat tiga orang santri di pinggir jalan, di mana salah satu santri membawa tas ransel," kata Ricky.

"Adegan ke tiga WZNM dan Tersangka MASB melihat ketiga santri menghentikan truk kemudian naik truk dan tersangka MASB menunjuk ke arah santri sambil berkata mengajak WZNM "jukuk tas ta" (Ambil tasnya kah) dan dijawab sembarag (terserah)," imbuhnya.

Selanjutnya adegan ke empat yakni saat kendaraan truk Mitsubishi bernopol K 1416 MN berjalan perlahan di tikungan lampu merah tersangka WZNM dan MASB, berhasil naik ke atas truk yang mengangkut batu bata merah.

"Bersambung ke adegan kelima kedua pelaku menghampiri tiga santri dan merebut tas milik korban Muhammad Anik," tuturnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan menyebutkan adegan keenam terjadi saling rebut tas antara pelaku dan tiga santri. Kedua santri terjatuh yakni korban. Santri Abdus Salam Ahmad terjatuh dari atas truk posisi duduk sehingga selamat.

"Adegan ke tujuh korban santri Mohammad Anik yang hampir jatuh dipegangi pelaku WZNM dan berusaha melepaskan pegangan hingga korban dari atas truk meninggal dunia karena posisi tengkurap," ungkap Toni.

Adegan terakhir atau ke-8, tambah dia, pengemudi truk menghentikan kendaraan dan berhasil mengejar kedua pelaku.

"Kedua pelaku disangkakan dengan Pasal 365 ayat (4) KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara selama-lamanya seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 (dua puluh) tahun," tandasnya.



Simak Video "Pesantren di Lumajang Diserbu Warga Atas Dugaan Kiai Cabuli Santri"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)