Pembunuhan Perempuan Tergorok di Jember Gegara Emosi Tak Dipinjami Uang

Yakub Mulyono - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 20:12 WIB
pembunuhan di jember
Pelaku membunuh korban karena emosi tak dipinjami uang (Foto: Yakub Mulyono)
Jember -

Polisi menetapkan DPH (31), warga Dusun Krajan, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, sebagai tersangka pembunuh Prita Hapsari (48), warga Lingkungan Kampung Osing, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Pembunuhan dipicu emosi DPH karena tak dipinjami uang.

"Emosi karena keinginan pinjam uang tak ditanggapi korban," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Rabu (19/1/2022).

Menurut Komang, antara korban dan pelaku sudah saling kenal. Pelaku biasanya memperbaiki barang elektronik milik korban.

Beberapa hari sebelum terjadi pembunuhan, korban menghubungi pelaku mengatakan televisinya rusak. Saat itu pelaku mengatakan televisi milik korban memang sudah tak bisa diperbaiki.

"Saat itu pelaku mengungkapkan bahwa TV korban ini sudah tak bisa diperbaiki," kata Komang.

Akhirnya, korban meminta bantuan pria itu untuk membelikan TV dengan harga Rp 2 juta. "Dan kedatangan pelaku ke rumah korban kemarin itu untuk mengambil uang buat dibelikan TV," kata Komang.

Saat bertemu korban itulah, pelaku menyampaikan niatnya untuk meminjam uang. Korban tidak langsung memenuhi. Namun meminta pelaku untuk membelikan TV terlebih dulu.

"Saat bertemu korban, tersangka mengutarakan keinginannya untuk utang uang. Tapi korban saat itu meminta tersangka untuk membeli TV terlebih dulu," jelas Komang.

Jawaban itu rupanya membuat pelaku emosi. Posisi korban yang saat itu berada dekat di kamar mandi, didorong hingga terjerembab. Pelaku lalu ke dapur mengambil pisau.

"Dengan pisau itu, tersangka mengancam korban jika tak diberi pinjam uang akan dilukai. Mungkin ada kata-kata yang menyakiti sehingga kemudian tersangka membunuh korban," kata Komang.

Bukannya takut ancaman pelaku, korban malah melakukan perlawanan. Pelaku yang makin emosi kemudian menghujamkan pisau dan menyayat leher korban hingga tewas.

Saat peristiwa itu terjadi, ibu korban, Sri Budi Asmararini (76) terus berteriak minta tolong. Oleh pelaku, ibu korban kemudian dibekap dan mulutnya dilakban.

"Tersangka melakban mulut ibu korban supaya tidak berteriak," katanya.

Setelah itu, DPH mengambil uang milik korban total Rp 13.200.000. Saat keluar rumah, DPH tepergok tetangga korban yang berujung perkelahian.

Pria ini berhasil dilumpuhkan setelah melukai salah seorang terangga korban yang berusaha membeluknya.

"Sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Jember," pungkas Komang.



Simak Video "Satpam di Jambi Tewas Ditikam Rekannya Gegara Kunci Motor"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)