Gus Idris Divonis 3 Bulan Penjara dalam Kasus Berita Bohong

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 19:55 WIB
Gus Idris
Gus Idris (Foto: Istimewa)
Malang -

Pengadilan Negeri 1B Kepanjen menjatuhkan vonis tiga bulan penjara terhadap Idris Al Marbawy alias Gus Idris, untuk perkara berita bohong. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni lima bulan penjara.

"Vonisnya tiga bulan penjara, kalau tuntutan jaksa lima bulan penjara," ujar Bagian Humas PN Kepanjen Aulia Reza Utama kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Aulia mengungkapkan sesuai fakta persidangan sudah terjadi perdamaian antara pelapor dengan terdakwa Idris Al Marbawy. Hal itu ditenggarai yang menjadi pertimbangan vonis lebih ringan daripada tuntutan JPU (jaksa penuntut umum).

"Yang pasti dalam fakta persidangan terdakwa dan pelapor berdamai," ungkapnya.

Selain adanya perdamaian, selama proses persidangan Gus Idris dinilai kooperatif dan berperilaku sopan. Sementara terdakwa lain, Yan Firdaus atau juru bicara Gus Idris, juga mendapatkan vonis sama. Yakni tiga bulan kurungan penjara.

Kejari Kabupaten Malang menerima putusan majelis hakim terkait vonis yang diberikan terhadap Gus Idris.

"Jaksa menerima dan terdakwa juga menerima vonis yang diberikan majelis hakim," terang Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Anjar Rudi.

Seperti diberitakan, Polres Malang telah menetapkan Idris Al-Marbawy sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong sejak 29 Juni 2021 lalu.

Karena terbukti menyebarkan berita bohong atau hoaks. Dari video berjudul 'Detik-detik Gus Idris Ditembak Orang Tak Dikenal saat Live Streaming' 28 Febuari 2021 lalu.

Gus Idris seolah-olah ditembak oleh orang tidak dikenal, melalui sebuah mobil yang sedang berjalan. video diunggah akun Youtube GIO itu kemudian viral.

Penyidik menjerat Idris dengan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 01 tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jounto Pasal 55 KUHP.

Selain Gus Idris, ada satu tersangka lain yakni Yan Firdaus juga dikenakan pasal yang sama.



Simak Video "Menag Khawatir Maraknya Penyebaran Hoax Berkedok Dakwah"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)