Hotel Singgasana Dieksekusi, 813 Personel Gabungan Lakukan Pengamanan

Deny Prastyo Utomo - detikJatim
Senin, 17 Jan 2022 14:28 WIB
eksekusi hotel singgasana
Petugas mengusung barang-barang ke atas truk (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Sebagian lahan yang digunakan Hotel Singgasana dieksekusi. Sebanyak 831 personel gabungan dari Polrestabes Surabaya, Brimob Polda Jatim, TNI hingga Satpol PP Kota Surabaya mengamankan proses eksekusi tersebut.

Dari pantauan detikcom, di lokasi ada petugas juru sita dari Pengadilan Negeri Surabaya yang membacakan surat tugas untuk melakukan eksekusi pengosongan lahan.

Setelah surat tugas dibacakan, petugas kemudian memindahkan barang-barang dari dalam bangunan area Hotel Singgasana ke belasan truk yang sudah disediakan. Eksekusi berjalan lancar dengan penjagaan petugas gabungan di lokasi.

Juru sita Pengadilan Negeri Surabaya Ferry Isyono mengatakan eksekusi pengosongan lahan ini sesuai dengan surat tugas Nomor W14.U1/771HK.02/1/2022 dari Pengadilan Negeri Surabaya.

"Pelaksanaan ini berdasarkan penetapan delegasi nomor 09/Pen.Pdt/Del/2021/PN.Sby yang melaksanakan permohonan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Ferry kepada wartawan di lokasi, Senin (17/1/2022).

"Pemohon eksekusi PT Patra Jasa, dalam hal ini mereka berperkara dengan PT Patra Indonesia dan PT Indobuildco, perkaranya di Jakarta juga mereka," lanjut Ferry.

eksekusi hotel singgasanaEksekusi Hotel Singgasana (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Ferry menambahkan perkara ini terkait dengan sewa lahan. Namun, Ferry enggan memaparkan secara rinci terkait hal ini.

"Untuk perkara terkait sewa lahan. Mungkin bisa dijelaskan oleh pemohon (eksekusi)," ungkap Ferry.

Sementara Kuasa Hukum PT Patra Jasa, Akbar Surya mengatakan intisari dari perkara tersebut yakni terkait sewa lahan. Akbar menyebut pemohon yakni PT Patra Jasa hendak menagih lahannya kembali.

"Intisarinya, dari PT Indobuildco dan PT Patra Indonesia melakukan sewa lahan dari tahun 90 sekian sampai tahun 2017. Saat 2017, 25 tahun seharusnya dikembalikan lagi ke Patra Jasa selaku pemilik lahan," ungkap Akbar.

"Namun dari pihak PT Patra Indonesia maupun Indobuildco sebagai termohon, turut tergugat dalam perkara ini, tidak mengembalikan. Makanya kami melakukan upaya hukum dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dari tahun 2018 sampai 2021. Sampai tingkat PK kami dimenangkan. Maka dari itu kami mohon melaksanakan eksekusi hari ini," lanjut Akbar.



Simak Video "Eksekusi Lahan di Enrekang Diwarnai Protes-Pembakaran Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)