Malang - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara resmi mengumumkan pencatatan dua spesies anggrek baru di kawasan Gunung Semeru. Berikut fotonya.
Foto Jatim
Foto 2 Anggrek Langka Dunia Teridentifikasi di Gunung Semeru
Acanthophippium bicolor ditemukan pada tahun 2023. Sebelumnya jenis ini diketahui tersebar di India dan Sri Lanka.
Acanthophippium bicolor memiliki ukuran yang jauh lebih besar. Tinggi tanaman dari pangkal hingga ujung daun dapat mencapai sekitar 60 cm dengan dua helai daun hijau yang bertahan sepanjang tahun. Umbi semunya besar dengan panjang hingga 20 cm dan tumbuh secara merumpun. Bunganya berukuran cukup besar dengan diameter mencapai 4 cm, berbentuk menyerupai kendi, berwarna merah menyala berpadu kuning.
Sebelumnya Tim TNBTSΒ juga mengidetifikasi anggrek langka yakniΒ Anoectochilus papuanus yang pertama kali ditemukan pada tahun 2022.Β Sebelumnya jenis ini tercatat memiliki sebaran di Papua hingga Kepulauan Solomon.
Anoectochilus papuanus termasuk kelompok Jewel Orchids, yaitu anggrek dengan daun kecil berurat menyerupai warna perak atau emas. Ukuran daunnya sekitar 2β5 cm dengan tinggi tanaman beserta bunga sekitar 12 cm. Jenis ini menggugurkan daun pada musim kering. Bunganya berwarna marun kombinasi putih transparan, memiliki rambut halus pada seluruh bagian bunga, dan tidak mekar sempurna.
Kedua jenis anggrek pertama kali ditemukan di kawasan TNBTS, tepatnya di lereng selatan Gunung Semeru pada kisaran elevasi 800β1.100 mdpl. Untuk menjaga keamanan habitat dan mencegah potensi gangguan terhadap populasi di alam, titik koordinat detail tidak dapat dipublikasikan
Hingga saat ini kedua jenis tersebut belum memiliki nama lokal yang digunakan secara umum. Secara global, Anoectochilus papuanus dikenal dalam kelompok Jewel Orchids, sedangkan Acanthophippium bicolor termasuk kelompok Jug Orchids.
