Nganjuk - Aroma kuah asam segar menyambut siapa saja yang datang ke Warung Bu Djum di Nganjuk. Selama 44 tahun, cita rasa asem-asem kambingnya tetap setia memikat.
Foto Jatim
Segarnya Asem-Asem Kambing Bu Djum Nganjuk yang Melegenda
Djumirah (69) meracik asem-asem kambing di dapurnya di Jalan Lurah Surodarmo, Nganjuk. Ia telah menjaga resep warisan keluarga sejak 1982.
Seporsi asem-asem kambing khas Nganjuk dengan kuah asam segar dari daun kedondong menjadi menu andalan Warung Bu Djum.
Potongan daging kambing dan balungan dimasak dengan rempah pilihan, menghasilkan kuah gurih dengan sensasi pedas yang menggugah selera.
Warung Bu Djum di Kelurahan Cangkringan selalu ramai pelanggan dari berbagai kota yang ingin mencicipi kuliner legendaris ini.
Mahmud, anak Bu Djum, membantu melayani pelanggan yang datang silih berganti menikmati asem-asem kambing khas Nganjuk.
Kuahnya berwarna kuning kecoklatan dengan tekstur sedikit kental. Rasa asam berpadu dengan gurih rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, lengkuas, serai, daun jeruk, hingga daun salam. Sensasi pedas dari cabai merah membuat cita rasa semakin kaya.
Dengan harga Rp 50 ribu per porsi lengkap dengan es jeruk, atau Rp 49 ribu dengan es teh, pelanggan sudah bisa menikmati seporsi kelezatan yang menggugah selera.











































