Perajin Tempe Sanan Malang Putar Otak Hadapi Harga Kedelai Naik

Foto Jatim

Perajin Tempe Sanan Malang Putar Otak Hadapi Harga Kedelai Naik

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 07 Apr 2026 15:28 WIB

Kota Malang - Lonjakan harga kedelai impor memaksa perajin tempe di Sanan, Malang, mencari strategi bertahan. Mereka memilih mengecilkan ukuran tanpa menaikkan harga jual.

Harga kedelai naik, perajin tempe Sanan, Kota Malang kurangi volume produk tempe
Kawasan industri tempe legendaris Sanan, Kota Malang, kembali menghadapi tantangan ekonomi klasik. Melonjaknya harga kedelai impor imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah memaksa para perajin memutar otak.
Harga kedelai naik, perajin tempe Sanan, Kota Malang kurangi volume produk tempe
Alih-alih menaikkan harga jual yang berisiko ditinggal pembeli, mereka memilih jalan tengah yang sudah menjadi 'tradisi' saat krisis dengan mengecilkan dimensi produk.
Harga kedelai naik, perajin tempe Sanan, Kota Malang kurangi volume produk tempe
Bagi Afriantoro, salah satu perajin di Sanan, kenaikan harga kedelai dari Rp 9.800 menjadi Rp 10.600 per kilogram sejak akhir Maret 2026 adalah sinyal peringatan.
Harga kedelai naik, perajin tempe Sanan, Kota Malang kurangi volume produk tempe
Meski kenaikannya terlihat bertahap, tren ini diprediksi akan terus merangkak naik seiring belum stabilnya kondisi global.
Harga kedelai naik, perajin tempe Sanan, Kota Malang kurangi volume produk tempe
Menaikkan harga jual tempe di pasar bukanlah pilihan populer. Sebagai gantinya, perajin menerapkan strategi penyusutan fisik produk.

Perajin Tempe Sanan Malang Putar Otak Hadapi Harga Kedelai Naik
Perajin Tempe Sanan Malang Putar Otak Hadapi Harga Kedelai Naik
Perajin Tempe Sanan Malang Putar Otak Hadapi Harga Kedelai Naik
Perajin Tempe Sanan Malang Putar Otak Hadapi Harga Kedelai Naik
Perajin Tempe Sanan Malang Putar Otak Hadapi Harga Kedelai Naik
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads