Ponorogo - Menjelang Lebaran, tukang servis bedug di Ponorogo kebanjiran pesanan. Ia memperbaiki bedug agar kembali nyaring untuk menyambut malam takbiran.
Foto Jatim
Cerita Mbah Pamujo Tukang Servis Bedug Ponorogo
Salah satunya Mbah Pamujo (78), warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.
Setiap Ramadan, pria kelahiran 1948 ini selalu kebanjiran pesanan servis bedug dari berbagai masjid dan musala.
Rumah sederhana miliknya hampir tak pernah sepi dari bedug yang datang untuk diperbaiki. Pesanan bahkan datang dari berbagai daerah di Ponorogo.
Profesi sebagai tukang servis bedug sudah ia jalani sejak 2008. Sebelumnya, ia bekerja sebagai tukang kayu. Namun karena pesanan mulai sepi, ia mencoba memperbaiki bedug milik masjid di sekitar rumahnya.
Tak disangka, keahliannya justru semakin dikenal dan membuatnya rutin menerima pesanan setiap Ramadan.
Untuk biaya perbaikan, Mbah Pamujo mematok tarif berbeda tergantung kerusakan. Jika hanya memperbaiki satu sisi bedug, biaya jasanya sekitar Rp300 ribu.
Namun jika harus mengganti kulit bedug, biayanya bisa mencapai Rp900 ribu termasuk pemasangan.











































