Di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu, kolaborasi untuk membuka lapangan pekerjaan terus didorong melalui pengembangan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan melibatkan anak muda, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga komunitas di berbagai daerah.
Semangat tersebut diusung Slank bersama HS melalui rangkaian HS Berani Kita Beda Tour Hey Slank di 10 kota di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga membuka ruang usaha dan peluang ekonomi bagi masyarakat di setiap daerah yang disinggahi.
Drummer Slank, Bimbim mengatakan, kondisi ekonomi yang sedang tidak mudah menjadi salah satu alasan Slank terus membangun kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu tujuan utamanya adalah memperluas kesempatan kerja, sekaligus membuka wawasan anak muda melalui musik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan Bimbim saat jumpa pers HS Berani Kita Beda Tour Hey Slank ke-10 di Kabupaten Banyuwangi, Minggu (1/11/2026). Konser di Banyuwangi sekaligus menjadi penutup rangkaian tur selama satu tahun yang telah menyambangi 10 kota.
"Satu tahun terakhir ini, kita kerja bersama HS. Dari awal memang sudah komitmen dengan Haji Suryo (owner HS). Di tengah kondisi ekonomi yang lagi berat ini, kita kolaborasi membuka lapangan pekerjaan lebih besar, membuka wawasan anak muda lewat musik, untuk jadi lebih baik," ungkap Bimbim, Minggu (1/11/2026).
Menurut Bimbim, kolaborasi tersebut bukan sekadar kerja sama untuk menggelar konser. Lebih dari itu, Slank dan HS memiliki misi bersama untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Komitmen itu bahkan akan berlanjut pada 2027 dengan rencana menggelar tur di 10 kota berbeda.
"Kemarin sudah ngobrol lagi dengan Haji Suryo, akan 10 kota lagi tahun depan, alhamdulillah, berkah ya. Niatnya sama, gimana caranya di ekonomi yang lagi berat ini, bisa bikin lapangan pekerjaan. Itu sih niat awalnya, aku, Slank dan Pak Suryo," lanjutnya.
Kolaborasi HS dan Slank juga akan berlanjut pada Desember mendatang dalam perayaan ulang tahun Slank ke-43 yang rencananya digelar di Jakarta.
"Tempatnya? Segera! (dikabarkan)," tambah Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, vokalis Slank.
Bassist Slank, Ivan Kurniawan, menjelaskan salah satu bentuk nyata upaya membuka peluang ekonomi dalam rangkaian tur tersebut adalah dengan memberikan ruang berjualan bagi pelaku UMKM dan Slankerspreneur, sebutan bagi Slankers yang memiliki usaha. Melalui fasilitas stan di area konser, pelaku usaha lokal mendapat kesempatan memasarkan produk sekaligus menjangkau lebih banyak konsumen.
"HS memfasilitasi teman-teman UMKM, Slankerspreneur untuk bikin booth-booth. Di 10 kota berikutnya, insya Allah Slankers juga akan mendapatkan tempat lagi berjualan di konsernya Slank. Thanks HS!" ujar Ivan yang akrab disapa Ivanka.
Sepanjang rangkaian tur di 10 kota, HS telah menggandeng lebih dari 500 pelaku UMKM dan sekitar 5.000 komunitas anak muda. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari upaya memperluas dampak ekonomi penyelenggaraan konser, mulai dari kesempatan berjualan hingga tumbuhnya aktivitas usaha kreatif.
Upaya tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru dan memperluas kesempatan kerja melalui penguatan sektor ekonomi lokal.
Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan pentingnya pengembangan usaha masyarakat agar memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.
"Harapannya bisa mendorong pertumbuhan bisnis yang berdampak positif bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi dalam memperkuat ekosistem wirausaha di Banyuwangi," kata Ipuk.
Ipuk juga menyebut program penguatan usaha anak muda melalui Jagoan Bisnis akan melibatkan banyak pelaku UMKM muda. Pengembangan usaha dan ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana mengatakan, kolaborasi HS dan Slank pada tahun depan akan semakin melibatkan *local heroes* di setiap kota yang disinggahi. Langkah ini dilakukan untuk memperluas keterlibatan komunitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
"Tahun depan, banyak kolaborasi dengan local-local heroes dan komunitas kreatif. Tahun depan, kami pinginnya lebih dari sekadar awareness, akan ada variasi. Tapi poinnya adalah kolaborasi dengan Slank akan kami lanjutkan," ungkapnya.
Khusus di Jawa Timur, Tessa menyebut Banyuwangi memiliki kontribusi penting terhadap performa bisnis HS. Wilayah ini menyumbang sekitar 25 persen dari total penjualan nasional.
Sebelum menyambangi Banyuwangi, HS Berani Kita Beda Tour Hey Slank telah digelar di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Lampung, Malang, Palembang, Bandung, dan Purwokerto (Banyumas).
Di Banyuwangi, konser berlangsung di Pantai Boom Marina. Selain Slank, sejumlah musisi dan grup musik turut memeriahkan acara, yakni Deky Donk (Banyuwangi), Reina Eighteen.dj (Malang), Begundal Lowokwaru (Malang), Superiots (Bogor), Rebellion Rose (Yogyakarta), dan Tony Q Rastafara (Jakarta).
Pelibatan musisi lokal menjadi bagian lain dari upaya membuka ruang kerja dan kesempatan ekonomi bagi pekerja kreatif daerah.
