Sendang Agung di Sidoarjo Bakal Dikembangkan Jadi Wisata Religi Baru

Sendang Agung di Sidoarjo Bakal Dikembangkan Jadi Wisata Religi Baru

Suparno - detikJatim
Selasa, 27 Okt 2026 15:15 WIB
Wisata Sendang Agung Sidoarjo
Wisata Sendang Agung Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Pemkab Sidoarjo berencana mengembangkan kawasan Sendang Agung di Kelurahan Urang Agung, Kecamatan Sidoarjo. Lokasi tersebut memiliki sumber air yang selama ini dipercaya warga mempunyai nilai sejarah dan potensi wisata religi.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan rencana pengembangan itu saat mengunjungi Sendang Agung, Selasa (27/10/2026). Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi untuk menjadi salah satu destinasi wisata religi baru di Sidoarjo.

"Sendang Agung ini harus lebih dikenal masyarakat luas. Harapannya nanti semakin banyak yang datang sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar dan juga memberikan pemasukan bagi kelurahan," kata Mimik di sela-sela kunjungan, Selasa (27/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mimik menyebut, Sendang Agung memiliki sejumlah sumber air yang kondisinya sangat bening. Berdasarkan informasi yang diterimanya, air di lokasi tersebut juga telah dilakukan pengecekan laboratorium dan memiliki pH sekitar 7,3.

ADVERTISEMENT

"Airnya sangat bening dan rasanya juga manis. Informasinya hasil laboratorium pH-nya 7,3 dan layak untuk dikonsumsi sebagai air minum," ujarnya.

Selain potensi sumber air, Mimik menilai Sendang Agung dapat dikembangkan sebagai tujuan wisata religi. Sidoarjo selama ini telah memiliki sejumlah lokasi yang dikenal sebagai tujuan wisata religi, sehingga keberadaan Sendang Agung dinilai dapat menjadi alternatif destinasi baru.

"Di Sidoarjo sudah ada wisata religi seperti Sekar Gadung dan makam-makam yang banyak dikunjungi masyarakat. Sendang Agung ini juga bisa menjadi salah satu tujuan wisata religi yang baru," jelasnya.

Mimik berharap, pengembangan kawasan tersebut nantinya tetap memperhatikan keberadaan lingkungan dan potensi lokal. Termasuk kuliner khas yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Di sekitar Sendang Agung, pengunjung dapat menemukan sejumlah makanan tradisional seperti lento gedang, urap-urap hingga kaspe.

"Semoga Sendang Agung ini semakin dikenal dan semakin banyak dikunjungi. Mudah-mudahan membawa berkah dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," harap Mimik.

Sementara itu, warga setempat Suroso (65) menceritakan keberadaan Sendang Agung yang sudah dikenal warga sejak lama. Menurutnya, awalnya lokasi tersebut hanya terlihat seperti sebuah batu atau struktur bata yang muncul di permukaan tanah.

Suroso mengatakan, lokasi itu kemudian ditemukan warga saat melakukan penggalian tanah untuk keperluan menyiram tanaman kacang hijau. Seiring waktu, kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi sendang atau pemandian.

"Awalnya hanya kelihatan seperti batu atau batu bata di tanah. Waktu warga menggali untuk menyiram kacang hijau, lama-lama terlihat sumber air dan akhirnya menjadi sendang," kata Suroso.

Menurut Suroso, warga mengenal penemuan tersebut sejak 2015. Sejak saat itu, warga secara swadaya melakukan perbaikan di sekitar lokasi.

"Pembangunannya dulu dilakukan warga sendiri. Belum ada pembangunan resmi dari pemerintah, selama ini juga masih ada bantuan dari kabupaten," ungkapnya.

Keberadaan struktur kuno dan sumber air di kawasan tersebut sebelumnya juga pernah menjadi perhatian. Pada Oktober-November 2015, warga menemukan struktur bata merah dan sumur yang kemudian dikaitkan dengan peninggalan masa kerajaan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads