Malem Tera' Bulan Bangkalan, Tradisi yang Angkat Seni dan Permainan Rakyat

Malem Tera' Bulan Bangkalan, Tradisi yang Angkat Seni dan Permainan Rakyat

Myesha Fatina Rachman - detikJatim
Sabtu, 24 Okt 2026 23:30 WIB
Malam Tera Bulan di Bangkalan
Malam Tera' Bulan di Bangkalan. Foto: Humas Bangkalan
Surabaya -

Malem Tera' Bulan menjadi salah satu agenda kebudayaan di Kabupaten Bangkalan yang menghadirkan beragam kesenian dan tradisi masyarakat. Kegiatan ini digunakan pelaku seni untuk memperkenalkan kebudayaan lokal sekaligus menjaga keberadaannya agar tetap dikenal.

Pertunjukan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Malem Tera' Bulan tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, tetapi juga permainan tradisional dan kuliner lokal. Pelaksanaannya di sejumlah lokasi turut mempertemukan masyarakat dengan beragam budaya Madura.

Dalam beberapa penyelenggaraan, acara ini menghadirkan pertunjukan musik tradisional, tari, pencak silat, hingga permainan rakyat. Pada 2025, Malem Tera' Bulan juga dikemas sebagai festival budaya melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesenian yang Tampil di Malam Tera' Bulan

Berikut ragam kesenian dan permainan tradisional yang pernah ditampilkan atau diperkenalkan dalam rangkaian Malem Tera' Bulan di Bangkalan.

1. Ritual Hong Bahhong

Ritual Hong Bahhong menjadi salah satu tradisi yang berkaitan dengan rangkaian Malem Tera' Bulan pada 2026. Sebelum acara utama yang berlangsung pada 1 Mei 2026 di Desa Kombangan, Kecamatan Geger, ritual tersebut dijadwalkan pada 30 April 2026 di rumah Kepala Desa Katol Barat, Kecamatan Geger.

ADVERTISEMENT

Hong Bahhong merupakan tradisi turun-temurun yang masih dijaga oleh masyarakat di Kecamatan Geger. Tradisi ini diwariskan sejak masa Buju' Massa, sosok yang diyakini sebagai penerima pertama ilmu Hong Bahhong, dan dilanjutkan oleh keturunannya hingga generasi ketujuh.

Bagi masyarakat setempat, Hong Bahhong bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang memuat nilai spiritual, kebersamaan, serta penghormatan kepada leluhur. Ritual ini diyakini sebagai bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ikhtiar menjaga keharmonisan hidup masyarakat.

Pelaksanaannya hanya dapat dilakukan di empat desa di Kecamatan Geger, yakni Desa Dhebung, Desa Lembung, Desa Katol Barat, dan Desa Nyonneng Laok. Prosesi dipimpin oleh keturunan Buju' Massa dan disertai doa, sesaji, serta simbol-simbol tradisional.

Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga mengajukan Ritual Hong Bahhong sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.

2. Tari Karetas

Tari Karetas merupakan salah satu pertunjukan yang pernah ditampilkan dalam Malem Tera' Bulan di Bangkalan. Tarian ini dibawakan oleh Komunitas Perempuan Xpresif Bangkalan dengan mengangkat kisah kegigihan perempuan Madura, khususnya perempuan pesisir yang bekerja mencari kerang di laut.

Kehidupan masyarakat pesisir menjadi inspirasi dalam penggarapan tarian tersebut. Aktivitas mencari kerang yang membutuhkan ketekunan diterjemahkan melalui gerak tari sebagai gambaran perjuangan perempuan dalam menjalani keseharian.

3. Pertunjukan Pencak Silat

Selain tari, pencak silat juga menjadi bagian dari pertunjukan dalam Malem Tera' Bulan. Seni bela diri ini memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat Madura dan berkembang melalui berbagai perguruan di wilayah tersebut.

Salah satu perguruan pencak silat yang berasal dari Bangkalan adalah Jokotole. Perguruan ini berawal dari Sumber Gaya yang dirintis oleh Moh. Halil di Kecamatan Kamal. Dalam perkembangannya, Suhaimi kemudian meneruskan tradisi perguruan tersebut dan menggunakan nama Jokotole.

4. Pertunjukan Musik Sanggar Paseban

Pertunjukan musik dari Sanggar Paseban turut meramaikan Malem Tera' Bulan yang digelar di kawasan Pendopo Agung Bangkalan pada Februari 2024. Penampilan tersebut menjadi salah satu hiburan bagi masyarakat yang menghadiri acara kebudayaan tersebut.

Musik menjadi bagian penting dalam pertunjukan seni karena dapat menghadirkan suasana sekaligus menjadi media ekspresi para pelakunya. Dalam kegiatan kebudayaan, pertunjukan musik juga membuka kesempatan bagi kelompok seni untuk menunjukkan karya mereka di hadapan masyarakat.

5. Permainan Tradisional Rem-eremman

Malem Tera' Bulan juga menjadi ruang untuk memperkenalkan permainan rakyat yang mulai jarang dijumpai dalam keseharian anak-anak di tengah perkembangan teknologi. Salah satu permainan yang disebut dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah rem-erremman atau petak umpet.

Dalam permainan rem-erremman, seorang pemain bertugas mencari teman-temannya yang bersembunyi setelah melalui tahap penentuan pemain dan penghitungan. Permainan ini dapat dilakukan oleh lebih dari dua orang dan tidak membutuhkan peralatan khusus.

Berdasarkan Ensiklopedia Permainan Rakyat di Kabupaten Bangkalan, rem-erremman merupakan permainan yang menggunakan tempat tertentu sebagai titik berhitung sekaligus tempat pemain yang bertugas mencari menunggu sebelum mulai mencari teman-temannya.

Malem Tera' Bulan menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan dengan menghadirkan pertunjukan seni, permainan rakyat, serta kuliner tradisional dari berbagai wilayah di Bangkalan



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads