Jejak Pengusaha Armenia di Kampung Boldy Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 14 Okt 2026 06:00 WIB
Apotik Blody penanda tak lekang waktu. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Tak banyak yang mengetahui asal-usul nama Kampung Boldy di Kota Malang. Di balik nama kawasan yang berada di Kelurahan Jodipan itu, tersimpan cerita tentang seorang pengusaha keturunan Armenia yang pernah ikut mewarnai geliat perdagangan pada masa kolonial.

Sosok tersebut adalah Aratoon Marcar Jacob (A.M.J.) Boldy. Namanya begitu melekat dengan aktivitas ekonomi di Malang hingga akhirnya diabadikan menjadi nama gang atau jalan.

Sejarawan Malang, Agung H Buana menyebut, Boldy dikenal di lingkungan perdagangan Pecinan. Kawasan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi yang mempertemukan pedagang Tionghoa dan Belanda.

"Boldy ini menjadi terkenal karena dia berada di daerah pusat pertemuan orang-orang Tionghoa dan Belanda," kata Agung kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Pada masa itu, lanjut Agung, perdagangan tidak hanya berkutat pada transaksi jual beli. Aktivitas ekonomi juga ditopang berbagai usaha lain, mulai dari pengangkutan barang hingga penyediaan jasa bagi para pedagang.

Boldy disebut memiliki usaha yang berkaitan dengan perdagangan rempah-rempah dan gula. Selain itu, bisnisnya diperkirakan merambah sektor perhotelan dan persewaan kuda.

Layanan persewaan kuda menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas perdagangan kala itu. Kuda digunakan untuk mengangkut barang-barang belanjaan pedagang dari Pasar Kebalen maupun kawasan Pecinan.

"Jadi pengangkutannya membawa barang-barang dagangan orang Cina atau Belanda sehabis belanja di Pasar Kebalen atau Pecinan. Bisa disebut carteran," ungkap Agung.

Kawasan Pecinan sendiri memiliki pembagian wilayah. Menurut Agung, area di sekitar klenteng dikenal sebagai Pecinan Besar, sedangkan kawasan Pasar Besar disebut Pecinan Kecil.

Namun, jejak nama Boldy tidak serta-merta muncul dalam setiap catatan sejarah Kota Malang. Berdasarkan penelusuran peta lama yang disampaikan Agung, nama tersebut belum ditemukan dalam peta tahun 1882 maupun 1923.

Nama Gang Boldy atau Boldystraat baru tercatat dalam peta tahun 1946. Nama itu kemudian menjadi salah satu petunjuk penting untuk menelusuri keberadaan sosok Boldy dalam sejarah perkotaan Malang.

"Berarti itu namanya diabadikan jadi gang atau jalan yang sekarang adalah Jalan Mangun Sarkoro," ujarnya.

Jejak nama Boldy juga bertahan melalui sejumlah tempat usaha. Seperti Bakpao Boldy, misalnya, dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Malang yang disebut telah dijual sejak era 1950-an.

Tak jauh dari lokasi tersebut, terdapat bangunan NV Apotek Boldy yang turut menggunakan nama serupa.

Kini, Kampung Boldy mencakup wilayah RW02 dan RW03 di Kelurahan Jodipan. Nama itu menjadi pengingat bahwa sejarah Malang terbentuk dari banyak lapisan, termasuk aktivitas perdagangan dan perjumpaan masyarakat dari berbagai latar belakang.



Simak Video "Video K-Talk: Transformasi Bocah Baby Shark yang Debut Jadi Idol K-Pop"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork