Semarak Dhoho Night Carnival 2026 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kediri

Semarak Dhoho Night Carnival 2026 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kediri

Andhika Dwi - detikJatim
Senin, 27 Jul 2026 11:56 WIB
Semarak Dhoho Night Carnival 2026
Semarak Dhoho Night Carnival 2026/Foto: Andhika Dwi/detikJatim
Kediri -

Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 digelar semarak di pusat Kota Kediri, Minggu (26/7/2026) malam. Karnaval yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri itu tampil dengan konsep baru bertema "Symphony of Nature" serta rute berbeda yang melintasi sejumlah ikon kota.

Sebanyak 35 kontingen dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi, pelajar, mahasiswa hingga perusahaan swasta, termasuk PT Gudang Garam dan Bank Jatim, ikut ambil bagian. Ribuan warga memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade kostum dan atraksi seni yang mengangkat tema lingkungan, budaya, hingga kreativitas.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, iring-iringan peserta diberangkatkan dari Balai Kota Kediri, melintasi Jalan Dhoho, kawasan Pecinan di Jalan Yos Sudarso, kemudian berakhir di Taman Brantas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semarak Dhoho Night Carnival 2026Semarak Dhoho Night Carnival 2026 Foto: Andhika Dwi/detikJatim

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, Dhoho Night Carnival telah berkembang menjadi agenda wisata tahunan yang selalu ditunggu masyarakat dan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

"Dhoho Night Carnival telah menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan masyarakat Kota Kediri. Bahkan banyak wisatawan yang sengaja datang ke Kota Kediri untuk menyaksikan secara langsung Dhoho Night Carnival," kata Vinanda, Minggu (26/7/2026).

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu, penyelenggaraan DNC menjadi bagian dari penguatan program Kediri City Tourism yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberi dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan perubahan rute sengaja dilakukan untuk menghadirkan pengalaman baru sekaligus memperkenalkan wajah Kota Kediri dari sudut pandang berbeda.

"Biasanya kita memulai dari Alun-alun Kota Kediri, malam ini kita mengawali perjalanan dari Balai Kota, melintasi Jalan Dhoho, masuk ke kawasan Pecinan, lalu menuju Taman Brantas. Sebuah rute baru yang memperlihatkan wajah Kota Kediri dari sudut pandang yang berbeda," ujarnya.

Vinanda menambahkan, tema Symphony of Nature dipadukan dengan dua konsep pertunjukan, yakni Fantasy Universe dan Royal Kingdom. Menurutnya, DNC menjadi ruang bagi generasi muda, seniman, pelaku UMKM hingga komunitas untuk menampilkan kreativitas tanpa meninggalkan nilai budaya.

"Selaras dengan tema Hari Jadi Kota Kediri, mengalir dengan inovasi, teguh dalam tradisi. Tradisi tidak kita tinggalkan, tetapi kita rawat dan dikemas dengan cara baru agar tetap relevan dan dicintai generasi saat ini," ucapnya.

Semarak Dhoho Night Carnival 2026Semarak Dhoho Night Carnival 2026 Foto: Andhika Dwi/detikJatim

Sementara itu, seperti biasa event tahunan, Kontingen PT Gudang Garam dengan Tema Kerajaan Bunga Anggrek dan Budaya Kerajaan Kediri kembali menjadi maskot kontingen carnival paling menarik warga.

Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono mengatakan, keikutsertaan perusahaan dalam Dhoho Night Carnival merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Kediri.

"Gudang Garam tumbuh dan berkembang bersama Kota Kediri. Oleh karena itu, kami memandang Dhoho Night Carnival sebagai ruang untuk mengangkat kembali kekayaan sejarah dan budaya daerah melalui karya kreatif yang dapat dinikmati masyarakat. Tema 'Kerajaan Bunga Anggrek' dengan filosofi 'Kita Adalah Surya' merupakan wujud penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus semangat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan," kata Iwhan.

Di sisi lain, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, mengapresiasi tema yang diusung DNC tahun ini karena mengangkat pesan pelestarian lingkungan melalui seni dan budaya.

"Tahun ini Dhoho Night Carnival mengusung tema Symphony of Nature. Tema ini mengingatkan kita semua untuk hidup selaras dengan alam. Kita juga melihat para peserta mengenakan kostum berbahan daur ulang yang dipadukan dengan kekayaan seni dan budaya," ujar Zita.

Menurutnya, konsep tersebut juga selaras dengan sejarah dan warisan Kerajaan Dhoho yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Kediri

"Dhoho dan warisan leluhurnya adalah jembatan yang menghubungkan kejayaan masa lalu dengan identitas modern masyarakat Kediri. Sudah sepatutnya kita belajar dari warisan itu untuk terus menjaga lingkungan," pungkasnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads