Merawat Tradisi Leluhur dengan Jaranan dan Ritual Punden

Merawat Tradisi Leluhur dengan Jaranan dan Ritual Punden

Bakrie - detikJatim
Sabtu, 25 Jul 2026 13:20 WIB
Penampilan kesenian Jaranan Manggolo Putro saat tradisi nyadran di Dusun Barengan, Nganjuk.
Penampilan kesenian Jaranan Manggolo Putro saat tradisi nyadran di Dusun Barengan, Nganjuk. Foto: Istimewa
Nganjuk -

Tradisi leluhur di Dusun Barengan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk terawat dengan baik. Warga setempat menggelar ritual punden hingga jaranan.

Kepulan asap kemenyan membumbung, terbungkus alunan gamelan di area punden tua dusun setempat pada Jumat (24/7/2026). Warga berkumpul sejak pukul 08.30 WIB untuk menggelar ritual tahunan Nyadran dan Bersih Desa.

Di tengah gempuran modernisasi warga Dusun Barengan tetap teguh merawat ingatan lewat sesaji dan Jaranan Manggolo Putro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bersih desa ini menjadi simbol rasa syukur atas limpahan nikmat, rezeki, keselamatan, hingga ketenteraman hidup yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa," tutur Bopo, salah satu sesepuh dusun.

Bagi warga Dusun Barengan, pementasan jaranan dalam tradisi Nyadran merupakan kewajiban adat yang tidak boleh ditawar. Derap para pembarong dan penari jaranan seolah menjadi media spiritual, penghubung masa lalu dan masa kini.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah cara kami untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Jawa yang kini mulai langka dan ditinggalkan secara turun-temurun," tambah Bopo.

Selain sebagai wujud syukur, momen sakral itu juga dimanfaatkan sebagai pilar untuk mempererat tali persaudaraan antar warga.

Sedangkan, tumpeng dan sesaji yang disajikan di punden tua menjadi penghormatan setinggi-tingginya bagi para tokoh yang membabat alas, memperjuangkan berdirinya Dusun Barengan.

"Tradisi leluhur mengajarkan kita untuk tidak lupa pada akar sejarah. Mengenang jasa para pendiri desa lewat Nyadran adalah cara kami menghargai kehidupan yang kita nikmati hari ini," tandasnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads