Festival Ronthek Pacitan 2026: Jadwal, Lokasi hingga Konsep Baru

Festival Ronthek Pacitan 2026: Jadwal, Lokasi hingga Konsep Baru

Mira Rachmalia - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 09:00 WIB
Poster Festival Ronthek Pacitan 2026
Poster Festival Ronthek Pacitan 2026. Foto: Instagram @pacitanronthekfest
Surabaya -

Festival Ronthek Pacitan kembali menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Jawa Timur pada 2026. Tak sekadar menggelar parade musik tradisional, tahun ini festival hadir dengan konsep baru berupa panggung berjalan yang untuk pertama kalinya masuk sebagai bagian dari komponen penilaian peserta.

Perubahan tersebut membuat Festival Ronthek Pacitan 2026 berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menghadirkan rute pertunjukan yang lebih dinamis, festival yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini juga akan menampilkan puluhan peserta dari kategori umum dan pelajar.

Lalu, kapan Festival Ronthek Pacitan 2026 digelar, bagaimana jadwal lengkapnya, serta apa yang membuat kesenian rontek begitu istimewa? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapan Festival Ronthek Pacitan 2026?

Festival Ronthek Pacitan 2026 dijadwalkan berlangsung selama 17-19 Juli 2026 di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Alun-alun Pacitan.

Masuknya Festival Ronthek sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu event budaya unggulan Indonesia yang layak dikunjungi wisatawan.

ADVERTISEMENT

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung tidak hanya disuguhi Parade Ronthek, tetapi juga berbagai kegiatan pendukung seperti berikut.

  • Fashion Carnival Pelajar Pacitan
  • Pasar Krempyeng
  • Pertunjukan seni dan budaya
  • Atraksi hiburan masyarakat

Festival ini juga menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk menampilkan kreativitas melalui perpaduan musik tradisional, tari, hingga kostum yang mengangkat identitas budaya Pacitan.

Untuk mendukung konsep pertunjukan yang lebih atraktif, panitia menyiapkan dua titik panggung utama sebagai lokasi pembukaan dan penutupan penampilan, serta satu jalur panggung berjalan yang membentang dari depan SMP Negeri 2 Pacitan hingga kawasan Penceng.

Jadwal Festival Ronthek Pacitan 2026

Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram resmi Festival Ronthek Pacitan, berikut jadwal penampilan peserta selama tiga hari pelaksanaan.

Jumat 17 Juli 2026

  • Perwakilan SMP
  • Kecamatan Kebonagung
  • Kecamatan Tegalombo
  • Kecamatan Ngadirojo
  • Kecamatan Pacitan

Sabtu 18 Juli 2026

  • Perwakilan SMK
  • Perwakilan MA
  • Kecamatan Nawangan
  • Kecamatan Tulakan
  • Kecamatan Sudimoro
  • Kecamatan Arjosari

Minggu 19 Juli 2026

  • Perwakilan SMA
  • Perwakilan SRMA
  • Kecamatan Pringkuku
  • Kecamatan Punung
  • Kecamatan Bandar
  • Kecamatan Donorojo

Apa Itu Festival Ronthek Pacitan?

Festival Ronthek merupakan perayaan budaya yang berakar dari tradisi ronda malam masyarakat Pacitan. Dahulu, masyarakat menggunakan alat musik bambu atau kentongan yang dikenal sebagai thethek saat berpatroli menjaga keamanan kampung maupun membangunkan warga untuk makan sahur selama Ramadan.

Seiring waktu, aktivitas ronda tersebut berkembang menjadi pertunjukan musik tradisional yang semakin kaya. Instrumen bambu dipadukan dengan gamelan, tari tradisional, vokal, hingga alat musik modern sehingga melahirkan kesenian rontek yang dikenal saat ini.

Dalam perkembangannya, Festival Ronthek tidak lagi sekadar mempertahankan tradisi membangunkan sahur, tetapi telah menjadi panggung kreativitas masyarakat Pacitan yang menampilkan kolaborasi seni musik, tari, teatrikal, dan koreografi dalam satu pertunjukan.

Asal-usul Nama Rontek

Rontek merupakan kesenian khas Kabupaten Pacitan yang memiliki sejarah panjang. Mengacu pada Bausastra Jawa, istilah rontek berarti panji-panji atau bendera kecil yang dipasang pada tombak.

Sementara dalam praktik budaya masyarakat Pacitan, istilah tersebut berkembang dari gabungan dua aktivitas, yaitu ronda dan thethek. Ronda berarti kegiatan berpatroli atau berkeliling menjaga keamanan lingkungan. Thethek adalah aktivitas memukul kentongan bambu selama ronda.

Secara sederhana, rontek dapat dimaknai sebagai tradisi masyarakat berkeliling kampung sambil memainkan alat musik bambu sebagai penanda, media komunikasi, sekaligus hiburan.

Apa yang Baru di Festival Ronthek Pacitan 2026?

Salah satu perubahan terbesar pada Festival Ronthek Pacitan 2026 adalah diterapkannya konsep panggung berjalan sebagai bagian dari sistem penilaian peserta. Sebelumnya, penilaian lebih banyak dilakukan di panggung tetap atau panggung diam.

Namun, pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mulai mengurangi dominasi panggung diam dan memberikan ruang penilaian sepanjang jalur pawai.

Dilansir dari ANTARA, Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Pacitan Adetya Wicaksana Putra menjelaskan konsep tersebut diterapkan untuk mengembalikan karakter asli rontek sebagai seni pertunjukan yang dinamis dan dimainkan sambil berjalan.

Menurut Adetya, melalui konsep baru tersebut peserta memiliki ruang yang lebih luas untuk menampilkan kreativitas, atraksi, serta kekayaan seni budaya sepanjang rute parade, bukan hanya ketika berada di atas panggung utama.

Sistem Penilaian Festival Ronthek 2026

Meski panggung berjalan menjadi unsur baru dalam perlombaan, penilaian terbesar masih berada pada dua panggung utama. Adapun titik penilaian meliputi sebagai berikut.

  • Panggung diam pertama di depan Pendopo Kabupaten Pacitan.
  • Panggung diam kedua di depan Tanjung Pinang Motor sebagai titik akhir.
  • Jalur panggung berjalan dari depan SMP Negeri 2 Pacitan hingga Perempatan Penceng.

Panitia juga menunjuk lima orang dewan juri. Empat juri berasal dari luar Kabupaten Pacitan untuk menjaga objektivitas penilaian, sementara satu juri berasal dari Pacitan sebagai representasi lokal.

Dengan sistem tersebut, peserta diharapkan mampu menjaga kualitas pertunjukan sejak awal parade, sepanjang perjalanan, hingga mencapai garis akhir.

Festival Ronthek Pacitan bukan hanya menjadi ajang perlombaan seni tradisional, tetapi juga menjadi bukti bagaimana budaya lokal mampu berkembang tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Kehadiran konsep panggung berjalan pada Festival Ronthek 2026 semakin memperkuat identitas rontek sebagai seni pertunjukan yang hidup di sepanjang perjalanan, bukan hanya di atas panggung.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads