5 Weton yang Diincar Sengkolo di Malam 1 Suro

5 Weton yang Diincar Sengkolo di Malam 1 Suro

Mira Rachmalia - detikJatim
Selasa, 09 Jun 2026 21:30 WIB
Ilustrasi malam 1 Suro dan berbagai tradisinya.
Ilustrasi malam 1 Suro dan berbagai tradisinya. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Malam 1 Suro selalu menjadi salah satu momen yang paling sakral dalam tradisi Jawa. Bagi sebagian masyarakat, malam pergantian tahun Jawa ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan periode yang dipercaya memiliki energi spiritual lebih kuat dibanding hari-hari biasa.

Karena itulah, berbagai mitos, pantangan, hingga perhitungan weton kembali menjadi perhatian menjelang datangnya 1 Suro. Salah satu kepercayaan yang masih banyak dibicarakan adalah adanya beberapa weton yang dianggap lebih rentan terkena sengkolo atau energi negatif pada malam 1 Suro.

Meski tidak memiliki dasar ilmiah dan lebih merupakan bagian dari tradisi serta kepercayaan primbon Jawa, pandangan ini tetap diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan budaya masyarakat Jawa. Lalu, weton apa saja yang disebut rentan terhadap sengkolo dan mengapa hal itu dipercaya bisa terjadi?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Malam 1 Suro dalam Tradisi Jawa?

Sebelum membahas weton yang disebut rentan terhadap sengkolo, penting untuk memahami terlebih dahulu makna malam 1 Suro. Dalam kalender Jawa, 1 Suro merupakan hari pertama dalam tahun baru Jawa.

Bulan Suro memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena dianggap sebagai bulan sakral yang identik dengan perenungan, introspeksi diri, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

ADVERTISEMENT

Sejak masa Kerajaan Mataram Islam, bulan Suro juga dikenal sebagai waktu yang dipenuhi berbagai ritual adat dan spiritual. Tidak sedikit masyarakat Jawa yang memilih mengurangi kegiatan yang bersifat hura-hura dan lebih fokus pada doa, tirakat, atau kegiatan keagamaan.

Kepercayaan inilah yang kemudian melahirkan berbagai mitos mengenai meningkatnya aktivitas energi spiritual pada bulan Suro, termasuk munculnya sengkolo di malam 1 Suro.

Apa Itu Weton dalam Primbon Jawa?

Weton adalah sistem penanggalan Jawa yang menggabungkan tujuh hari dalam satu pekan dengan lima hari pasaran Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Perpaduan kedua sistem tersebut menghasilkan 35 kombinasi weton yang berbeda. Dalam Primbon Jawa, setiap weton dipercaya memiliki karakter, watak, keberuntungan, hingga potensi tantangan hidup yang berbeda-beda.

Karena itulah, weton sering digunakan sebagai dasar perhitungan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa, mulai dari perjodohan, usaha, hingga menentukan hari baik dan hari yang dianggap kurang menguntungkan.

Apa Itu Sengkolo?

Dalam kepercayaan Primbon Jawa, sengkolo diartikan sebagai musibah, kesialan, hambatan hidup, atau gangguan yang muncul akibat ketidakseimbangan energi.

Masyarakat Jawa tradisional meyakini bahwa kehidupan manusia harus selalu selaras dengan alam, lingkungan sosial, dan unsur spiritual. Ketika keseimbangan tersebut terganggu, seseorang dipercaya lebih mudah mengalami sengkolo.

Pada malam 1 Suro, yang dianggap memiliki energi spiritual kuat, sengkolo dipercaya lebih mudah muncul terutama kepada orang-orang yang dinilai memiliki kecocokan energi tertentu berdasarkan wetonnya.

Perlu dipahami bahwa kepercayaan ini merupakan bagian dari budaya dan tradisi Jawa yang diwariskan secara turun-temurun, bukan fakta ilmiah yang dapat dibuktikan secara medis maupun akademis.

5 Weton yang Diincar Sengkolo pada Malam 1 Suro

Menurut penuturan yang banyak beredar dalam tradisi Primbon Jawa dan salah satunya disebutkan oleh kanal Weton Jawa Official, terdapat beberapa weton yang dipercaya lebih perlu meningkatkan kewaspadaan saat malam 1 Suro.

Selasa Pahing

Selasa Pahing memiliki neptu 12 yang berasal dari Selasa (3) dan Pahing (9).

Dalam Primbon Jawa, neptu ini dianggap memiliki energi yang besar. Ketika energi weton tersebut bertemu dengan energi spiritual yang dipercaya meningkat pada malam 1 Suro, muncul anggapan bahwa pemilik weton Selasa Pahing lebih rentan mengalami ketidakseimbangan energi.

Akibatnya, mereka dipercaya lebih mudah mengalami kegelisahan, konflik, hambatan rezeki, hingga berbagai kesialan yang disebut sebagai bentuk sengkolo.

Sabtu Wage

Sabtu Wage memiliki jumlah neptu 13 yang tergolong tinggi.

Neptu besar dalam kepercayaan Jawa sering dikaitkan dengan daya energi yang kuat. Saat bulan Suro dipercaya dipenuhi energi spiritual yang lebih dominan, weton Sabtu Wage dianggap menjadi salah satu yang paling mudah terpengaruh oleh energi negatif.

Karena alasan tersebut, pemilik weton Sabtu Wage sering dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjaga sikap selama malam 1 Suro.

Sabtu Kliwon

Sabtu Kliwon termasuk weton yang sering dikaitkan dengan unsur spiritual dalam Primbon Jawa.

Hari Kliwon sendiri dipercaya memiliki aura mistis yang kuat. Ketika dipadukan dengan Sabtu yang dianggap memiliki energi berat, kombinasi keduanya diyakini menciptakan karakter energi yang lebih sensitif terhadap pengaruh spiritual.

Karena itulah, Sabtu Kliwon sering disebut sebagai salah satu weton yang perlu meningkatkan kewaspadaan saat malam 1 Suro.

Rabu Legi

Secara umum, Rabu Legi dikenal sebagai weton yang cukup baik dalam Primbon Jawa. Namun pada bulan Suro, weton ini disebut memiliki kerentanan tersendiri.

Rabu Legi memiliki neptu 12 yang tergolong sedang hingga tinggi. Selain itu, karakter yang sering diasosiasikan dengan pemilik weton ini adalah lembut, tenang, dan cenderung menghindari konflik.

Dalam kepercayaan tradisional, sifat tersebut dianggap membuat seseorang lebih mudah terpengaruh oleh energi negatif apabila tidak mampu menjaga keseimbangan diri saat malam 1 Suro.

Sabtu Pahing

Sabtu Pahing juga masuk dalam daftar weton yang dipercaya rentan terhadap sengkolo.

Menurut Primbon Jawa, pemilik weton ini dikenal memiliki karakter kuat, tegas, dan terkadang keras kepala. Ketika emosi tidak terkontrol, energi negatif dipercaya lebih mudah muncul dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Karena itu, mereka yang lahir pada Sabtu Pahing sering dianjurkan untuk menjaga ketenangan batin, mengendalikan emosi, dan menghindari konflik menjelang malam 1 Suro.

Mengapa Seseorang Diyakini Bisa Mengalami Sengkolo?

Selain faktor weton, masyarakat Jawa juga meyakini beberapa hal berikut dapat menjadi penyebab datangnya sengkolo. Pertama, melanggar aturan adat atau pantangan yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Kedua, melakukan aktivitas besar pada hari yang dianggap kurang baik menurut perhitungan Jawa. Ketiga, tidak menghormati tempat-tempat yang dianggap sakral seperti makam leluhur, petilasan, sumur kuno, atau pohon tua yang memiliki nilai spiritual bagi masyarakat setempat.

Keempat, adanya kepercayaan mengenai gangguan makhluk halus atau kondisi yang dikenal sebagai ketempelan, yang diyakini dapat membawa serangkaian kesialan dalam kehidupan seseorang.

Terlepas dari weton yang dimiliki, malam 1 Suro tetap dapat dijadikan momentum untuk introspeksi, memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan sesama, dan meningkatkan kualitas spiritual dalam kehidupan sehari-hari.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads