Antusiasme masyarakat untuk mengenal lebih dekat sosok Pahlawan Nasional Marsinah terbilang tinggi. Baru sepekan dibuka sejak 25 Mei 2026 lalu, Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.
Keramaian pengunjung masih terlihat hingga hari terakhir libur panjang Iduadha Senin (1/6). Salah satu pengunjung, Nayla, (12), seorang pelajar asal Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom mengaku datang bersama 6 teman sekolahnya dari SDN Nglinggo 2 Gondang.
"Hari ini pas libur sekolah, janjian sama teman-teman ke Museum Ibu Marsinah. Ingin tahu sejarah pahlawan nasional asal Nganjuk. Tempatnya bagus, keren, menambah wawasan sejarah," ujar Nayla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya melihat koleksi peninggalan Marsinah, para pengunjung juga mendapat penjelasan langsung dari Marsini, kakak kandung almarhumah Marsinah.
Marsini sehari-hari turut mendampingi pengunjung sebagai pemandu wisata sekaligus menceritakan perjalanan hidup adiknya dari sudut pandang keluarga. Ia juga menjelaskan berbagai barang peninggalan Marsinah yang dipamerkan di museum.
"Sering juga menjawab pertanyaan pengunjung dan membagikan kisah masa kecil, perjalanan hidup Marsinah yang selama ini jarang diketahui," ungkap Marsini.
Museum Marsinah di Nganjuk ramai dikunjungi setelah resmi dibuka untuk umum. (Foto: Bakrie/detikJatim) |
Menurut Marsini, operasional museum setiap hari didukung tiga petugas keamanan dan tiga staf yang bertugas melayani pengunjung.
Salah satu petugas Museum Marsinah, Pritris Mandrik mengatakan, fasilitas yang dapat diakses masyarakat tidak hanya museum, tetapi juga rumah singgah yang berada di bagian belakang bangunan museum.
"Rumah singgah juga bisa dikunjungi secara gratis asalkan didampingi guide. Bahkan tidak hanya untuk kalangan buruh, pengunjung dari luar kota juga bisa menginap maksimal satu hari dengan reservasi terlebih dahulu," terang Printris.
Kepala Staf Museum Marsinah, Dian Rusdiyanti menambahkan bahwa sejak dibuka jumlah kunjungan menunjukkan tren positif. Momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Waisak dia sebut turut mendongkrak angka kunjungan.
Menurut Dian, rekor kunjungan tertinggi terjadi pada Minggu (31/5/2026) dengan jumlah mencapai 575 pengunjung dalam sehari. Sedangkan rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 200 hingga 300 orang.
Museum Marsinah di Nganjuk ramai dikunjungi setelah resmi dibuka untuk umum. (Foto: Bakrie/detikJatim) |
"Pengunjung tidak hanya berasal dari Nganjuk, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Kediri, Semarang, Bali hingga Kalimantan. Sekitar 40 persen pengunjung berasal dari luar kota," terang Dian.
Museum Marsinah dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Dalam sepekan, hanya libur atau ditutup selama sehari yakni setiap Selasa.


