Nama Desa Jambi di Kecamatan Baron, Nganjuk, menyimpan cerita yang terus hidup dari generasi ke generasi. Desa ini kerap dikaitkan dengan kisah pasukan Melayu dari Sriwijaya yang konon pernah singgah dan bertempur di wilayah Anjuk Ladang pada masa pemerintahan Pu Sindok sekitar abad ke-10.
Pasukan dari tanah Sumatera ini disebut-sebut datang menggunakan armada kapal perang, melalui jalur Sungai Brantas kuno. Mereka lalu mendarat di pelabuhan kuno bernama Bandaralim.
Area persawahan memanjang dari selatan ke utara di desa ini diyakini warga sebagai aliran Bengawan Brantas lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Dinas Porabudpar Nganjuk, Aries Trio Efendi mengatakan, sejauh ini cerita mengenai hubungan Desa Jambi dengan pasukan Melayu masih sebatas cerita tutur dan lisan yang berkembang di masyarakat.
"Belum pernah dilakukan kajian maupun penelitian khusus untuk memastikan kebenaran cerita tersebut," ujar Aries kepada detikJatim, Minggu (24/5/2026).
Menurut Aries, di sekitar Desa Jambi memang ditemukan sejumlah jejak peninggalan sejarah. Salah satunya Prasasti Wwahan yang ditemukan di Dusun Bandaralim, Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom. Dusun ini berada di sisi barat Desa Jambi.
Namun, prasasti itu menurut Aries bukan berasal dari masa Mpu Sindok.
"Prasasti Wwahan berasal dari masa Raja Dharmawangsa Teguh sekitar tahun 1016 Masehi, jadi tidak sezaman dengan Pu Sindok," ungkap Aries.
Selain itu, di sekitar lokasi juga ditemukan bekas reruntuhan bangunan yang diduga candi. Hanya saja, hingga kini belum teridentifikasi secara pasti asal periode maupun bentuk bangunannya.
Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nganjuk, Sukadi menyebut asal-usul nama Desa Jambi sendiri masih memiliki banyak versi dan membutuhkan kajian lebih lanjut.
Menurut Sukadi, kata "Jambi" sebenarnya sudah muncul dalam Prasasti Bangle I yang ditemukan di wilayah hutan Desa Bangle, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Prasasti tersebut berasal dari tahun 908 Masehi pada masa Kerajaan Medang di era Raja Dyah Balitung.
"Dalam prasasti itu nama Jambi sudah disebut," ujarnya.
Selain itu, menurut Sukadi, asal-usul nama Desa Jambi juga diduga berasal dari toponimi nama pohon jambe, yang dahulu banyak tumbuh di kawasan tersebut.
(irb/hil)
