Band legendaris ST12 bersiap memulai babak baru bersama vokalis Januarisman Runtuwene alias Aris Idol lewat karya terbaru. Berkolaborasi dengan label Irvan Hits Production, mereka resmi memperkenalkan single terbaru berjudul "Palsu".
Dalam konferensi pers di Duzzel Fusion Bistro & Bar, Regantris Hotel Surabaya, Senin (18/5) malam, mereka menjelaskan, single ini dijadwalkan akan meluncur serentak di berbagai Digital Streaming Platform (DSP) pada Kamis, (21/5/2026).
Acara ini dihadiri perwakilan tim ST12, pemilik label Irvan Hits Production, Irvan, serta model video klip single "Palsu", Yeristina Anggraini.
Pemilik label Irvan Hits Production, Irvan mengungkapkan, pemilihan lagu "Palsu" tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui proses pemantauan yang matang dari total empat materi lagu yang disiapkan.
"Begitu lagu 'Palsu' saya buat, tidak langsung tembak Mas Aris. Melalui proses pantau baru kita serius. Lagu ini mengangkat tema universal tentang kekecewaan dan ditinggalkan, hal umum yang pernah dirasakan banyak orang," ujar Irvan.
Sementara itu, Aris Idol mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk membawakan lagu ini. Ia menilai ada perpaduan genre yang unik dalam aransemen single terbaru tersebut.
"Di lagu 'Palsu' ini, lirik sama aransemennya menyatu dan kawin. Aku kan memang dasarnya pop Melayu, ternyata Mas Irvan memasukkan unsur rock and roll blues. Jadi perpaduan lagu ini benar-benar luar biasa," kata Aris.
Selain mempromosikan single ini, kolaborasi tersebut juga menjadi langkah Irvan Hits Production dalam menjaring talenta musik baru di tanah air yang siap mengudara. Mereka memanfaatkan sistem satu dashboard (agregator) untuk langsung menginjeksikan karya ke berbagai platform global seperti Spotify, iTunes, TikTok, Instagram, dan Facebook.
Terkait isu regulasi dan royalti yang kerap menjadi polemik di kalangan musisi, drummer ST12, Pepep menekankan pentingnya edukasi regulasi berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014. Ia menyatakan tidak berpihak pada lembaga tertentu seperti AKSI atau WAMI, melainkan fokus mengampanyekan transparansi.
Pepep juga menegaskan pihak ST12 tidak akan melakukan pembatasan atau pengetatan monitoring yang berlebihan terhadap lagu baru mereka di lapangan.
"Pasal 28 itu sudah mengatur. Kalau kita menggunakan pasal di luar itu, kita mesti menaruh berapa juta orang di seluruh dunia untuk mengawasi lagu kita? Itu tidak mungkin. Yang penting musisi tahu sistemnya, tahu undang-undangnya, dan paham bisnis industri musik ini seperti apa," tegas Pepep.
Selain itu, untuk menjawab tantangan relevansi musik di kalangan generasi muda atau Gen Z, Pepep optimistis bahwa karakter musik ST12 bersifat timeless atau tak lekang oleh waktu.
Karakter vokal Aris Idol yang memiliki distorsi khas dan cengkok yang matang juga dinilai menjadi selling point kuat untuk menggaet pendengar baru saat lagu ini rilis di platform digital.
Manajemen telah menyiapkan sejumlah strategi digital, termasuk melakukan aransemen yang sesuai dengan telinga anak muda tanpa menghilangkan identitas asli mereka, aktif memantau tren visual di TikTok dan Instagram, hingga berkolaborasi dengan para influencer.
"ST12 tidak pernah merasa tua dan tidak pernah merasa muda, kami berjalan di koridor musik sendiri namun tetap membuka mata dan telinga terhadap tren. Secara data, streaming lagu-lagu lama ST12 masih sangat tinggi di platform digital dan banyak didengarkan oleh anak-anak muda. Kami optimistis karya terbaru ini bisa diterima dengan baik," pungkas Pepep.
Sebagai langkah awal ekspansi global setelah perilisan digital, Aris Idol bersama ST12 dijadwalkan terbang ke Jepang pada tanggal 6-7 mendatang. Mereka akan tampil dalam acara Indonesia International Friendship Day di Nagoya, yang sekaligus akan dimanfaatkan untuk sesi duet dan proses take video klip terbaru.
Simak Video "Video: Aris Idol yang Kini Ingin Bangun Karier Bareng ST12"
(irb/hil)