Ini Sejumlah Kendala Ekskavasi Candi Lebih Besar dari Borobudur di Kediri

Ini Sejumlah Kendala Ekskavasi Candi Lebih Besar dari Borobudur di Kediri

Andhika Dwi - detikJatim
Jumat, 08 Mei 2026 19:20 WIB
Situs Adan-Adan di Kediri yang diduga lebih besar dari ukuran candi Borobudi.
Situs Adan-Adan di Kediri yang diduga lebih besar dari ukuran candi Borobudi. (Foto: Istimewa)
Kediri -

Proses ekskavasi Situs Adan-Adan di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, disebut masih akan terus dilanjutkan secara bertahap. Namun, keterbatasan pendanaan hingga masalah lahan milik warga menjadi kendala utama penelitian arkeologis di kawasan itu.

Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kabupaten Kediri, Eko Priatno menjelaskan penelitian Situs Adan-Adan sudah dilakukan sejak era SPSP, lembaga yang kini berubah nama menjadi BPK Wilayah XI Jawa Timur.

"Dulu pernah diekskavasi SPSP sekitar sebelum tahun 2000-an, lalu dilanjutkan lagi sekitar 2014 sampai 2018 dalam beberapa tahap," kata Eko kepada detikJatim, Kamis (8/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian lanjutan kala itu dilakukan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) yang kini telah bergabung ke dalam BRIN. Menurut Eko, perubahan kelembagaan ikut memengaruhi intensitas penelitian di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Kenapa berhenti? Karena Puslit Arkenas merger jadi BRIN, sehingga kegiatan penelitian yang awalnya cukup banyak menjadi berkurang," jelasnya.

Selain faktor anggaran, sebagian besar area situs juga berada di atas tanah milik warga. Kondisi itu membuat proses ekskavasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan, alias harus lebih hati-hati.

"Kalau sifatnya penelitian, sebenarnya harus ada kompensasi atas tanah itu. Tapi kadang ada kesepahaman dengan warga demi ilmu pengetahuan," jelasnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kediri tetap melakukan upaya pelestarian. Salah satunya dengan mengangkat juru pelihara dari keluarga pemilik lahan untuk merawat dan menjaga situs.

"Kami mengambil salah satu keluarga pemilik tanah menjadi juru pelihara. Tugasnya menjaga keamanan, kebersihan, dan merawat situs, honornya dari kami," ungkap Eko.

Ia memastikan eksplorasi Situs Adan-Adan tetap menjadi prioritas pelestarian cagar budaya di Kabupaten Kediri.

"Yang pasti menjadi kewajiban bagi kita untuk terus melakukan eksplorasi terhadap potensi objek cagar budaya untuk membuka informasi masa lalu," pungkasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads