Tradisi karapan sapi di Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan makin meriah. Tidak hanya menjadi pusat penyelenggaraan lomba tingkat kabupaten, Murtajih kini juga menjadi tuan rumah berbagai event budaya besar, termasuk perayaan ulang tahun Gagak Rimang yang sukses menarik perhatian publik.
Lapangan Bhurunan di Desa Murtajih kembali dipadati 500 lebih penonton saat gelaran karapan sapi digelar bersamaan dengan event ulang tahun Gagak Rimang pada Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan puluhan pasangan sapi terbaik dari berbagai wilayah di Madura, dan digelar selama dua hari hingga 4 Mei 2026. Ajang ini sekaligus menjadi ajang sapi-sapi unggulan yang dipersiapkan menuju kompetisi tingkat lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari. Warga lokal hingga wisatawan dari luar daerah memadati arena, menciptakan suasana meriah yang memperkuat posisi Murtajih sebagai salah satu pusat karapan sapi di Pamekasan.
Ketua Paguyuban Karapan Sapi Keluarga Madura (Pakar Sakera) Moch. Fahrurozi menyampaikan, penyelenggaraan event ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memper erat silaturahmi.
"Karapan sapi sekarang bukan hanya tradisi, tetapi juga penggerak ekonomi. Banyak pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan ini," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Selain itu, event ulang tahun Gagak Rimang menjadi daya tarik tersendiri. Nama Gagak Rimang yang dikenal sebagai simbol kekuatan dan prestasi dalam dunia karapan sapi, mampu menarik minat peserta dan penonton dalam jumlah besar. Perayaan ini juga sekaligus memper erat hubungan para pencinta karapan sapi.
Dari sisi kualitas kompetisi, karapan sapi di Murtajih juga mengalami peningkatan. Sapi-sapi yang berlaga merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai daerah, sehingga pertandingan berlangsung lebih kompetitif. Beberapa peserta bahkan diproyeksikan untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi, seperti tingkat provinsi hingga nasional.
Dengan kombinasi antara pelestarian budaya, peningkatan kualitas lomba, serta dampak ekonomi yang nyata, karapan sapi di Desa Murtajih pada tahun 2026 menunjukkan arah yang semakin maju.
Event seperti ulang tahun Gagak Rimang menjadi bukti bahwa tradisi ini tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang sebagai identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat Madura.
(irb/hil)











































