Umat Hindu Tengger Rayakan Hari Saraswati di Bromo

Umat Hindu Tengger Rayakan Hari Saraswati di Bromo

M Rofiq - detikJatim
Sabtu, 04 Apr 2026 18:40 WIB
Perayaan Hari Saraswati umat Hindu Tengger di Bromo
Perayaan Hari Saraswati umat Hindu Tengger di Bromo/Foto: M Rofiq/detikJatim
Probolinggo -

Umat Hindu Suku Tengger di kawasan Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, merayakan Hari Saraswati sebagai wujud syukur dan penghormatan terhadap ilmu pengetahuan. Perayaan tersebut diisi dengan persembahyangan di pura masing-masing desa.

Salah satunya digelar oleh umat Hindu di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura. Mereka memusatkan perayaan di Pura Sradha Bhakti yang berada di Dusun Kedampul.

Hari Saraswati mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan sumber kehidupan dan kemajuan. Dalam perayaan ini, berbagai sarana belajar seperti buku dan lontar disucikan sebagai simbol ilmu yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, perayaan Saraswati juga mengingatkan pentingnya kesucian pikiran dan kebijaksanaan. Tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak.

ADVERTISEMENT

Ketua PHDI Desa Sapikerep, Rujiyanto menjelaskan, Hari Saraswati merupakan bentuk penghormatan terhadap ilmu pengetahuan sekaligus momentum refleksi diri.

"Saraswati merupakan wujud penghormatan kepada ilmu pengetahuan. Hari Saraswati bukan hanya tentang ritual semata, tetapi juga kesadaran bahwa ilmu harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Ini juga menjadi refleksi diri untuk melihat sejauh mana ilmu yang kita miliki digunakan untuk kebaikan, serta menjaga keseimbangan antara ilmu dan moral," terangnya. Sabtu (4/4/2026).

Perayaan ini juga menjadi pengingat bahwa karakter dan nilai luhur sangat penting, karena ilmu tanpa etika dapat menyesatkan.

Persembahyangan bersama dipimpin oleh para mangku dan dihadiri tokoh adat, pemuda, serta masyarakat Hindu Desa Sapikerep.

Salah satu generasi muda, Meyla, mengaku bersyukur karena perayaan Saraswati tahun ini dapat kembali dilaksanakan dengan khidmat.

"Kami sangat bersyukur karena tahun ini kembali dapat melaksanakan Hari Saraswati yang dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali, tepatnya pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Sebagai generasi muda, saya mengajak umat Hindu, khususnya di Desa Sapikerep, agar semakin kompak dan selalu hadir dalam setiap kegiatan persembahyangan di pura," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads