- Kumpulan Puisi Paskah Pengorbanan Sang Juru Selamat 1. Anugerah Mulia - Ayub 2. Kiranya Terjadi Seturut Kehendak-Mu - Claudia Burney 3. Lihat Salib - Ayub A Tanjung 4. Via Dolorosa - Pdt Eka Darmaputera PhD 5. Sajak Paskah - Norman Adi Satria 6. Keputusan yang Tepat - Nikodemus 7. Karena Salib, Karena Darah - Ang Tek Khun 8. Di Atas Kayu Salib 9. Jalan Salib - Gembala Sion 10. Jalan Panjang ke Bukit Itu - Ang Tek Khun 11. Hari Paskah Sudah Datang 12. Menebus Dosa Kita 13. Salib Kasih 14. Terang Kebangkitan 15. Jalan Pengorbanan 16. Darah Penebusan 17. Pagi yang Baru 18. Kasih yang Menang 19. Di Bawah Salib 20. Janji Kehidupan 21. Cinta yang Abadi 22. Kemenangan Sejati 23. Harapan Baru 24. Jalan Damai 25. Cahaya Paskah
Paskah menjadi momen penuh makna bagi umat Kristiani untuk mengenang pengorbanan Sang Juru Selamat demi menebus dosa manusia. Nilai kasih pengharapan, dan pengorbanan yang terkandung di dalamnya kerap dituangkan dalam berbagai bentuk, salah satunya melalui puisi.
Melalui rangkaian kata yang menyentuh, puisi-puisi Paskah mampu menggambarkan perjalanan penderitaan hingga kebangkitan yang penuh harapan. Berikut 25 puisi Paskah tentang pengorbanan Yesus Kristus yang bisa menjadi bahan refleksi.
Kumpulan Puisi Paskah Pengorbanan Sang Juru Selamat
Beragam puisi berikut merefleksikan perjalanan iman, mulai dari penderitaan di kayu salib hingga kemenangan kebangkitan. Setiap bait menghadirkan pesan mendalam tentang kasih, pengampunan, dan harapan yang menguatkan hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Anugerah Mulia - Ayub
Kala itu Salib adalah kehinaan
Kau memikulnya dalam rupa hamba
Kaki-Mu telanjang tertoreh batu tajam
Golgota adalah tujuan-Mu ya Raja
Teriak riuh menemani-Mu sepanjang jalan
Salibkan Dia! Salibkan Dia!
Surga tahu Kau menangis bagi mereka
TanganMu jelas siap terpaku di sana
Ya Eloi, terima kasih atas anugerah
Kini kami beroleh hidup kekal
Berpindah dari hidup yang fana
Salib-Mu selamanya mulia
2. Kiranya Terjadi Seturut Kehendak-Mu - Claudia Burney
Terjemahan: May It Be Done According to Your Will
Jangan takut,
tetapi jangan beritahu seorang pun.
Kamu kini adalah
seorang pembawa kekudusan.
Duduklah, renungkan
Misteri.
Tak ada bayangan
dalam Cahaya-Ku,
melayang
di atas wajah
air rahimmu.
Sarang.
Siapkan tempat
untuk-Ku.
Aku berada di lingkaran
meregangkan dagingmu.
letakkan tanganmu
pada-Ku.
Hangatkan ruang
antara kita.
Ada keajaiban
yang menuntut untuk diberitahu,
dan keajaiban
itu memohon kepadamu
jangan beritahu seorang pun.
Jangan takut.
Aku diam di tempat yang tenang.
Lahirkanlah Aku,
Buah-Ku pasti akan
tetap.
3. Lihat Salib - Ayub A Tanjung
Kala kumelihat Salib-Mu, di situlah aku merasa malu
Aku malu karena dulu kutak begitu tahu
Kini aku tahu, curahan anugerah dan kasih-Mu
Ya Allahku, kiranya kusetia dalam mengikuti jalan-Mu
Kematian-Mu membongkar segala kematianku
Kebangkitan-Mu membawaku dalam berkat-Mu
Siapa aku begitu berharga di dalam-Mu?
Engkau Allah tempat kediamanku
4. Via Dolorosa - Pdt Eka Darmaputera PhD
Ketika sedang kutapaki jalan mendaki
Dengan langkah tertatih-tatih, duh Gusti
Dan badai menerpa tanpa henti
Serta dalam sunyi kuangkat beban derita
Seorang diri
Oh, betapa ingin kubelajar dari-Mu,
Duh Yesusku, Gusti junjunganku,
Tentang bagaimana memikul salib
Tanpa mengeluh,
Tentang bagaimana menghirup cawan beracun
Tanpa gerutu
Kecuali "Jadilah kehendak-Mu"
Ketika perjamuan malam itu berakhir
Dan Kau tahu betul itulah malam-malam-Mu yang terakhir
Lalu Kau ajak murid-murid-Mu khidmat berdoa:
"Ki le-olam hasdo" - "Ki le-olam hasdo"
"Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya"
Duh Yesusku, Gusti junjunganku,
Sungguh-sungguhkah Kau memercayainya?
Menyanyikah Engkau sepenuh suara?
Basahkah pipi-Mu oleh lelehan air mata?
Atau adakah Engkau berkata:
"Hidup ini, ah, alangkah kejamnya?!"
Oh, betapa ingin kubelajar dari-Mu
Duh Yesusku, Gusti junjunganku,
Tentang rela menerima hidup sebagaimana adanya
Tentang merangkul kenyataan betapa pun sakitnya
Tentang menjalani apa yang harus terjadi tanpa mencerca
Kecuali "Untuk selama-lamanya kasih setia-Nya"
Aku tahu betul, di malam Kamis itu,
Malam deritanya sunyi, malam sunyinya derita
Ketika Kau butuhkan mitra 'tuk menyatu sukma
Dan berbagai rasa dalam doa pada Sang Bapa
Namun toh harapan itu pun sia-sia
Ah, betapa senyap, Gustiku, betapa berat
Ketika ngerinya maut begitu dekat
Orang-orang tempat Kau jangkarkan harap,
Sahabat-sahabat-Mu yang paling akrab,
Semua terlena dalam lelap yang sangat
Oh, betapa ingin kubelajar dari-Mu
Duh Yesusku, Gusti junjunganku,
'Tuk merangkul derita dengan berani
Meski harus berjalan seorang diri;
'Tuk menepis uluran cuka penawar sakit
Sebab tak Kau tolak apa yang mesti
Walaupun pahit
Tapi Yesusku, Gusti junjunganku,
Bagaimana bisa Kau atasi derita sunyi-Mu?
Bagaimana Kau hadapi sunyi derita-Mu?
Lalu lirih kudengar jawab melalui mata-Mu:
"Sunyi itu memang derita, anak-Ku,
Dan derita itu betapa sunyi, sayang-Ku,
Namun bila benar kau yakin tanpa ragu
Bahwa tak kau pilih salib
Yang tersandang di bahu
Dan tak kau tentukan sendiri
Jalan yang kau tempuh
Melainkan diletakkan ia
Oleh Bapamu yang satu itu
Maka, anak-Ku, sunyi itu berat
Tapi bukan tak terangkat
Dan derita itu penat, sayang-Ku,
Tapi bukan tanpa berkat
Asal saja kau terus berjalan sampai tamat biar tersendat"
"Apalagi, anak-Ku, Via Dolorosa ini tak senyap melulu
Ketika deraan cambuk berujung paku mengoyak daging-Ku,
Namun tetap saja sakit itu tak mampu memaksa-Ku
Tuk bangkit berdiri memikul salib dan berjalan maju
Sebab telah punah tenaga-Ku oleh beratnya siksa
Ah, tiba-tiba muncul Simon dari Kirene
Entah bagaimana yang rela memikul salib-Ku sampai ke Golgota;
Dan perempuan-perempuan yang meratapi-Ku sepanjang perjalanan
Ah, Kuakui mereka membuat beban derita-Ku jadi lebih ringan
Membuat Aku tak lagi sendirian mengangkat beban
Merekalah malaikat penolong yang takkan pernah Kulupakan"
Duh Yesusku, Gusti junjunganku,
Ada satu lagi pertanyaanku kepada-Mu:
Engkau adalah pribadi agung
Penebar kasih sepanjang hidup,
Engkau adalah sosok mulia
Penyebar kebaikan tak pernah cukup,
Tetapi mati-Mu hina
Dalam siksa fitnah dan khianat
Deritamu lengkap oleh dengki dan cemburu
Nasib-Mu malang oleh ketidakadilan dan kesewenang-wenangan
Aku tak habis mengerti, duh Gustiku,
Bagaimana mungkin Kau alami itu
Tanpa menyimpan dendam?
Malah doa-Mu: "Ampunilah mereka, ya Bapa,
sebab mereka tak tahu apa yang mereka lakukan!"
Bagaimana mungkin Kau alami itu tanpa mengumpat?
Malah sempat-sempatnya Kau tawarkan firdaus yang nikmat
Bagi ia yang menerima nasibnya tanpa sesambat
Kembali lirih kudengar jawab melalui mata-Mu:
"Hidup dalam dendam, anak-Ku, adalah hidup menambah beban
yang terus mengusik sampai kau dihancurkan
Hidup dalam pengampunan, anak-Ku, jauh lebih tenteram
Jalani apa yang mesti, tanpa melempar kesalahan
Terima apa yang pasti, tanpa penyesalan
Sebab apa yang mesti terjadi, akan terjadi
Tak ada faedahnya ia kita ungkit-ungkit lagi
Berlarilah mengejar yang di depan
Jangan langkahmu mandeg dikejar yang di belakang"
Ketika sedang kutapaki jalan mendaki
Dengan langkah tertatih-tatih, duh Gusti,
Dan badai menerpa tanpa henti
Serta dalam sunyi kuangkat beban derita seorang diri
Oh, betapa ingin kubelajar dari-Mu
Duh Yesusku, Gusti junjunganku,
Bagaimana mengakhiri perjuangan hidupku
Dengan seruan-Mu seperti di Jumat siang itu:
"Bapa, kepada-Mu Kuserahkan roh-Ku!"
5. Sajak Paskah - Norman Adi Satria
Di hari keempat sebelum Paskah
Yeshua terkulai pasrah
rebah di tanah
di tengah Getsemani nan basah
oleh airmatanya yang resah
menitik berupa tetesan darah:
Abba, jauhkanlah cawan ini dariku,
namun bukan kehendakku yang jadi,
melainkan kehendak-Mu.
Dia tengah meniru kata
yang pernah dia dengar ketika
berada di perut ibunda-Nya, Maria:
terjadilah padaku, menurut kehendak-Mu.
Dia takut, namun percaya
Tuhan akan menyelamatkannya.
Seperti senandung Daud di bait dua puluh tiga:
Tuhan adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku.
Dibaringkan-Nya aku di rumput hijau.
Kau menuntunku ke air yang tenang.
Gada dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Namun, cawan pun harus tertuang
demi menyeka kepalanya dengan urapan,
karena dia takkan jadi Mesias tanpa pengurapan.
Sayang, cawan itu bukanlah berisi narwastu,
namun sebuah takdir yang terikat waktu.
Bila waktunya tiba,
maka segala daya upaya jadi sia-sia.
Melenggang kabur ketika berdoa pun takkan bisa.
Yeshua ditangkap, dilucuti, dihina caci maki,
dan disalibkan di Golgota
bersama dua pemberontak kaisar keji.
Yeshua mati.
Dia mati seusai tangisnya membahana:
Elohi, Elohi, lama sabakhtani?
Dia nyaris kehilangan kepercayaan,
Dia tak lagi memanggil Tuhannya: Abba, Bapa
namun: Elohi, sapaan kepada JHVH bagi bangsa Yahudi.
Di hela napas terakhir,
Dia pasrah dan kembali memanggil Tuhannya Bapa
mungkin dengan sedikit percaya:
Abba, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawaku.
Di hari ketiga usai kematian-Nya,
hari yang telah dijanjikan Tuhan untuk kebangkitan-Nya,
Yeshua membuka mata,
melihat luka di telapak dan lambung-Nya,
kemudian menggulingkan sendiri batu kubur-Nya.
Tuhan bertanya: Paskah?
Yeshua menjawab: pas sekali, Tuhan. Pas di hari ketiga.
6. Keputusan yang Tepat - Nikodemus
Sampai saat ini, aku merasa bersyukur
Karena waktu itu aku memutuskan untuk menemui-Nya
Jika tidak...mungkin aku akan ada di barisan orang-orang itu
Tidak mengerti apa-apa...begitu buta
Aku lahir dari keluarga imam
Ayahku pemimpin agama
Sehingga aku pun mewarisi jabatan itu
Hukum Taurat...??
Jangan tanya...
Aku hafal di luar kepala
Dulu aku merasa, kamilah yang paling benar
Anak-anak dari Abraham
Mengetahui segala sesuatu
Di atas siapapun juga
Sampai muncul desas-desus itu...
Seorang tukang kayu mengobrak-abrik Synagoge
Pada hari raya Paskah
Sesumbar bahwa Ia akan membangun Synagoge dalam waktu tiga hari
Tidak hanya itu,
Ia banyak melakukan tanda-tanda
Mengubah air menjadi anggur,
Mencelikkan orang buta,
Menyembuhkan orang sakit
Aku benar-benar penasaran
Ingin menemuinya dan mengenalnya
Jadi aku datang padanya
"Rabi, aku tahu bahwa Engkau adalah guru yang diutus Tuhan
Tidak ada seorangpun dapat mengadakan tanda-tanda sepertimu
Jika tidak disertai Tuhan"
Aku tahu kalau beberapa ratus tahun sebelumnya
Bahkan beberapa ribu,
Banyak nabi yang diutus oleh Tuhan
Mengadakan banyak tanda
Elia yang menurunkan api
Elisa yang membangkitkan seorang anak
Sudah lama tidak ada tanda-tanda pada bangsa kami
Sampai Dia datang
"Jika seseorang tidak dilahirkan kembali,
Dia tidak akan melihat Kerajaan Surga"
Dilahirkan kembali? Apa maksudnya
Dan Dia mengajarku tentang Kerajaan Surga
Tentang lahir dari air dan roh
Tentang Anak Manusia
Dan tentang Kasih Tuhan yang begitu besar
Yang dapat menjamin keselamatan seseorang
Aku begitu kagum dengan pengajarannya
Aku belum pernah mendengar tentang hal itu sebelumnya
Sepulang dari pertemuan itu
Aku semakin penasaran
Apakah Dia adalah Mesias yang kami nantikan?
Apakah Dia yang ditulis dalam kitab nabi-nabi
Apakah Dia penyelamat bangsa kami
Sejak saat itu,
aku menyempatkan diri untuk mengikutiNya
Mendengarkan pengajaranNya
Begitu banyak hal ajaib yang dilakukannya
Menyembuhkan seorang anak
Memberi makan lima ribu orang
Bahkan Dia dapat membangkitkan orang
Aku ada di sana,
Ketika bangsa kami menyeretnya untuk disalib
Dia disiksa dengan sangat kejam
Tapi Dia diam saja
Aku ada di sana,
Ketika Dia diturunkan dari salib
Aku memberi lima puluh kati minyak mur dan gaharu
Untuk tubuhNya
Aku ada di sana,
Ketika para penjaga datang
Dan mengatakan kalau seorang malaikat menggulingkan batu
Aku ada di sana
Ketika kebohongan itu disebar
Bahwa murid-muridNya menculik mayatNya
Tapi aku tidak buta seperti mereka
Aku tahu bahwa Dia telah bangkit
Kini aku mengerti apa artinya dilahirkan kembali
Aku mengerti siapa itu Anak Manusia
Aku mengerti apa artinya diselamatkan
Aku mengerti siapa itu Sang Anak yang diutus oleh Tuhan
Dan saat ini,
Ketika aku mengingat malam itu
Aku bersyukur karena keputusanku untuk menemuinya
Adalah tepat...
7. Karena Salib, Karena Darah - Ang Tek Khun
2000 tahun yang lalu
bila Kau menebusku
dengan keringat bercucuran
tentu hari ini aku
dengan mudah membalas budi
2000 tahun yang lalu
bila Kau menebusku
dengan ketekunan pelayanan
pasti hari ini aku
sudah melampaui hargaku
2000 tahun yang lalu
bila Kau menebusku
dengan ketaatan dan kesetiaan
maka hari ini aku
akan berjuang untuk bebas
2000 tahun yang lalu
bila Kau menebusku
dengan emas dan perak
maka hari ini aku
akan membayarnya kembali
2000 tahun yang lalu
bila Kau menebusku
dengan kelahiran di kandang
maka hari ini aku
tak sulit melunasinya
tetapi 2000 tahun yang lalu
Kau menebusku dengan
salib dan darah tanpa dosa
maka hari ini aku
bungkam dan tersungkur di kaki-Mu
8. Di Atas Kayu Salib
Di atas kayu salib Kau tebus dosaku
Di atas kayu salib Kau s'lamatkanku
Di atas kayu salib Kau ubah hidupku
Di atas kayu salib Kau buka surga bagiku
Di atas kayu salib Kau muliakan aku
Di atas kayu salib Kau jadikanku baru
Di atas kayu salib Kau b'riku kemenangan s'lalu
Di atas kayu salib Kau b'riku urapan baru
Di atas kayu salib Kau pulihkan hatiku
Di atas kayu salib Kau b'riku harapan baru
Di atas kayu salib Kau sembuhkan luka-lukaku
Di atas kayu salib Kau berkati aku
9. Jalan Salib - Gembala Sion
Langkah-Mu tertatih menuju salib Golgota
Dengan badan penuh luka sayatan aniaya
Darah mengalir tercecer di mana-mana
Demi untuk keselamatan manusia
Pedih dan perih pasti terasa
Berkorban 'tuk menghapus dosa
Tak ada seorang yang membela
Semua mencerca dan mencela
Kini KAU telah rela mati
Tiga hari bangkit kembali
Hidup kekal telah diberi
Bagi mereka yang mengimani
10. Jalan Panjang ke Bukit Itu - Ang Tek Khun
Jalan ke bukit itu
Bukanlah jalan senyum
Darah dan peluh
Adalah harga yang harus dibayar
Bagi setiap langkah
Melangkah ke sana
Mengayun dengan tapak pedih
Tak ada hati dalam perpisahan
Dan tak ada yang berjaga-jaga
Walau hanya satu jam
Dan aku pun tahu
Jalan itu sungguh laknat
Membuat sang Bapa membuang wajah
Dan langit menceritakan
Kegelapan sejati
Mengapa itu harus Kautempuh?
Tak pernah mampu kupahami
Dengan segala akal yang ada
Sampai kutahu mengapa itu
Harus terjadi
11. Hari Paskah Sudah Datang
Hari Paskah datang berseri
Kemenangan Kristus jadi sinar di jalan kita
Cinta-Nya yang besar menuntun umat-Nya
Untuk hidup dalam jalan kasih dan damai sejahtera
Di hari yang gelap, Dia mati di kayu salib
Menderita dan terluka demi dosa kita
Namun di kebangkitan-Nya, kita menemukan terang baru
Membawa pengampunan dan kehidupan yang kekal.
12. Menebus Dosa Kita
Tubuh yang penuh luka
Darah yang terus mengalir karena disiksa
Kesakitan yang Ia rasakan
Untuk menebus dosa kita umat manusia
Ia menderita,
Namun Ia tidak membalas
Ia tersiksa,
Namun Ia mengampuni
Meski tubuh-Nya dicambuk
Lambung-Nya ditikam
Tangan dan kaki-Nya dipaku
Namun semuanya untuk menebus dosa kita
Umat manusia.
13. Salib Kasih
Di bukit sunyi Engkau berdiri
Memikul luka demi kami
Darah-Mu jatuh membasuh bumi
Kasih-Mu hadir tak terganti
Dalam derita Kau setia
Menanggung dosa manusia
Salib menjadi saksi cinta
Yang tak lekang oleh waktu
Hidup bagi kami selalu
14. Terang Kebangkitan
Pagi merekah, batu tersingkir
Sunyi kubur kini bersinar
Harapan bangkit tak terukir
Engkau hidup, maut tersingkir
Duka berubah jadi terang
Kasih-Mu menang selamanya
Kami bersyukur dalam iman
Kebangkitan-Mu memberi arti
Hidup baru penuh damai
15. Jalan Pengorbanan
Langkah-Mu menuju Golgota
Penuh luka dan air mata
Namun cinta tak pernah sirna
Kau pilih jalan penderitaan
Demi kami yang berdosa
Agar hidup penuh makna
Kini kami mengenang kasih
Yang Engkau beri tanpa henti
Sepanjang masa abadi
16. Darah Penebusan
Tetes darah suci mengalir
Di kayu salib yang getir
Menebus dosa yang hadir
Dalam luka ada harapan
Dalam derita ada terang
Kasih-Mu jadi pegangan
Kami hidup dalam anugerah
Yang Kau beri tanpa syarat
Cinta-Mu begitu lekat
17. Pagi yang Baru
Fajar Paskah menyapa dunia
Membawa damai dalam jiwa
Menghapus luka dan duka
Kubur kosong jadi tanda
Kemenangan atas maut
Harapan hidup yang kuat
Kami bersukacita kini
Dalam terang kebangkitan
Kasih Tuhan yang abadi
18. Kasih yang Menang
Gelap sempat menutup dunia
Saat Engkau disalibkan
Namun cinta tetap menyala
Salib bukan akhir cerita
Melainkan awal harapan
Bagi umat yang percaya
Kini terang itu nyata
Dalam hidup yang Kau beri
Kasih-Mu takkan mati
19. Di Bawah Salib
Kami berdiri penuh haru
Memandang luka di tubuh-Mu
Air mata jatuh membisu
Namun dari derita itu
Lahir kasih yang besar
Untuk kami yang berdosa
Kini hati kami percaya
Dalam luka ada cinta
Yang mengubah segalanya
20. Janji Kehidupan
Kubur tak mampu menahan-Mu
Maut tak kuasa atas-Mu
Janji hidup Kau nyatakan
Dalam kebangkitan-Mu Tuhan
Kami temukan harapan
Yang tak pernah padam
Hidup baru kini nyata
Bagi jiwa yang percaya
Kasih-Mu jadi cahaya
21. Cinta yang Abadi
Tak ada kasih sebesar ini
Mengorbankan diri sendiri
Demi umat yang Kau kasihi
Engkau mati di kayu salib
Menanggung dosa manusia
Dengan cinta yang mulia
Kini cinta itu hidup
Dalam hati yang percaya
Selamanya takkan sirna
22. Kemenangan Sejati
Salib dulu tanda derita
Kini jadi lambang cinta
Yang membawa keselamatan
Kebangkitan-Mu ya Tuhan
Mengalahkan maut dan dosa
Memberi hidup sejahtera
Kami hidup dalam iman
Mengikuti jalan-Mu
Menuju damai yang utuh
23. Harapan Baru
Dari luka lahir harapan
Dari duka hadir terang
Kasih-Mu memberi kekuatan
Paskah membawa kehidupan
Yang penuh pengampunan
Bagi hati yang terluka
Kini kami melangkah pasti
Dalam terang kebangkitan
Menuju hidup sejati
24. Jalan Damai
Engkau tuntun langkah kami
Dalam kasih yang sejati
Lewat salib dan pengorbanan
Kami belajar mengampuni
Seperti Engkau mengasihi
Tanpa syarat dan batasan
Kini damai hadir di hati
Karena kasih-Mu Tuhan
Yang hidup sepanjang zaman
25. Cahaya Paskah
Cahaya-Mu menerangi hati
Menghapus gelap dalam diri
Memberi harapan sejati
Pengorbanan-Mu tak terganti
Menjadi bukti cinta suci
Bagi umat yang Kau kasihi
Kini kami hidup dalam terang
Merayakan kebangkitan-Mu
Selamanya penuh syukur
Itulah kumpulan puisi Paskah yang dapat menjadi inspirasi bagi detikers. Semoga bermanfaat!
