Alun-alun Surabaya dan Balai Pemuda yang Memikat Wisatawan Luar Kota

Alun-alun Surabaya dan Balai Pemuda yang Memikat Wisatawan Luar Kota

Anastasia Trifena - detikJatim
Senin, 23 Mar 2026 23:40 WIB
Pesona Alun-alun Surabaya dan bangunan cagar budaya Balai Pemuda.
Pesona Alun-alun Surabaya dan bangunan cagar budaya Balai Pemuda. (Foto: Anastasia Trifena/detikJatim)
Surabaya -

Meski tidak seberapa ramai saat Libur lebaran, Balai Pemuda atau Alun-alun Surabaya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar kota. Bangunan bersejarah ini tetap dikunjungi beberapa pelancong karena keunikan arsitektur dan nilai sejarah yang dimilikinya.

Pantauan detikJatim di lokasi, terlihat beberapa pengunjung bergantian mengambil foto di depan gedung utama dan air mancur Balai Pemuda. Evi salah satunya, pemudik asal Bandung yang sengaja berkunjung untuk melihat dan berfoto di depan ikon bangunan tersebut.

"Ada ikon Mahkota Ratu Wilhelmina di bangunan depan. Ada ikonnya itu yang menarik. Makanya buat foto-fotoan kan bagus. Khas gitu bangunannya," ucap Evi kepada detikJatim, Senin (23/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berfoto, Evi juga mengunjungi museum bawah tanah Balai Pemuda untuk menengok sejarah Surabaya.

ADVERTISEMENT

"Kalau museumnya sih bagus ya, bersih. Terus emang menceritakan tentang ini kan dulu kan pusat sosial Belanda kan. Jadi buat perkumpulan orang-orang Belanda. Jadi nggak sembarangan orang yang bisa masuk ke sini," urainya.

Selain paras bangunan yang elok, Balai Pemuda Surabaya memang dikenal akan sejarahnya. Hal itu juga disampaikan oleh Lara dan Sarah, wisatawan asal Bali.

Pesona Alun-alun Surabaya dan bangunan cagar budaya Balai Pemuda.Pesona Alun-alun Surabaya dan bangunan cagar budaya Balai Pemuda. (Foto: Anastasia Trifena/detikJatim)

"Kami tertarik untuk berkunjung ke sini karena bangunannya yang unik," ucap Lara.

Sarah menyetujuinya, "Iya cantik (gedungnya) dan ternyata banyak sejarahnya."

Selama berada di Surabaya, keduanya telah mengunjungi Monumen Kapal Selam (Monkasel) dan Wisata Mangrove. Balai pemuda menjadi salah satu jujukan untuk berfoto ria dan menambah pengetahuan sebelum kembali ke pulau asal keesokan harinya.

Sementara Evi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Wisata Perahu Kalimas untuk menyusuri Sungai Kalimas yang berhias lampu-lampu cantik di malam hari. Menurutnya, Surabaya menorehkan memori baik bagi para wisatawan yang berasal dari luar kota.

Jika dapat merangkum Surabaya dalam satu kata, mereka menyetujui bahwa "Unik" dan "Bersejarah" adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Kota Pahlawan. caption foto: Lara dan Sarah, wisatawan asal Bali yang mengunjungi Balai Pemuda untuk mencari spot foto unik dan bersejarah.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads