Riwayat Roda Tank di Masjid Tertua Kota Batu dari Era Pangeran Diponegoro

Riwayat Roda Tank di Masjid Tertua Kota Batu dari Era Pangeran Diponegoro

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Sabtu, 28 Feb 2026 15:45 WIB
Roda tank yang ada di Masjid Al Mukhlisin, Kota Batu.
Roda tank di serambi Masjid Al Mukhlisin, Masjid Tertua di Kota Batu. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Kota Batu -

Masjid Al Mukhlisin atau dikenal sebagai masjid tertua di Kota Batu ini ternyata juga menyimpan peninggalan sejarah pada massa penjajahan. Peninggalan itu berupa roda tank peninggalan Belanda yang sampai saat ini terpasang kokoh di depan serambi masjid.

Lempengan besi berbentuk roda kendaraan tempur tersebut bukan sekadar hiasan atau benda fungsional belaka. Keberadaannya menjadi bukti otentik sekaligus penanda sejarah panjang perjuangan pasukan santri di wilayah tersebut saat melawan penjajah.

Ketua Takmir Masjid Al Mukhlisin, Choirul Anam menceritakan penemuan roda tank itu bermula dari ketidaksengajaan. Saat proses renovasi kedua pada 1996, warga dikejutkan dengan penemuan benda logam itu terkubur di bawah pondasi menara masjid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roda itu ditemukan dalam keadaan bercampur bebatuan. Saat itu, sempat ada orang yang hendak membeli roda itu untuk dijadikan hiasan tapi pada akhirnya dikembalikan karena yang bersangkutan merasa takut.

ADVERTISEMENT

"Akhirnya rodanya dipasang di teras ini buat pengetahuan sejarah peninggalan Belanda. Roda ini sebagian ada yang kami simpan di dalam masjid juga," kata Anam ditemui Sabtu (28/2/2026).

Riwayat Roda Tank Sejak Era Pangeran Diponegoro

Sejarah mencatat keberadaan sisa kendaraan tempur ini berkaitan erat dengan Agresi Militer Belanda ke-2 di wilayah Batu. Kala itu, Dusun Macari yang menjadi lokasi Masjid Al Mukhlisin ini merupakan pusat komando pasukan santri.

Pusat komando ini dipimpin langsung oleh KH Zakaria atau biasa dikenal sebagai Mbah Matsari. Ia diketahui merupakan murid dari pangeran Diponegoro yang diutus untuk menyebarkan agama islam sekaligus pendiri Masjid Al Mukhlisin.

Berdasarkan cerita turun-temurun, roda itu berasal dari sebuah tank milik tentara Belanda yang berhasil masuk ke Dusun Macari tetapi kendaraan itu berhasil dilumpuhkan oleh pasukan santri.

"Setelah itu lama sekali tank dibiarkan mangkrak. Terus setelah sekian lama, warga setempat memutuskan untuk membongkar tank itu supaya akses jalan ke masjid bisa lebih mudah," ungkap Anam.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads