Bagi masyarakat Pasuruan, datangnya bulan suci Ramadhan bukan hanya tentang persiapan batin dan fisik, tetapi menjaga kesucian tempat ibadah. Salah satu pemandangan khas yang selalu berulang setiap tahun adalah kesibukan warga di kawasan Sumber Air Umbulan, Kecamatan Winongan.
Tradisi mencuci karpet dan perlengkapan sholat dimulai dua pekan hingga beberapa hari sebelum hilal Ramadhan. Rutinitas ini menjadi bentuk penghormatan terhadap bulan suci, warga ingin memastikan alas sujud yang digunakan sholat tarawih pertama dalam kondisi bersih, harum, dan suci dari hadas maupun kotoran.
Tak hanya pengurus masjid atau takmir, para remaja masjid hingga ibu-ibu jemaah turut ambil bagian. Mereka datang berbondong-bondong menggunakan mobil pikap hingga sepeda motor yang sarat muatan gulungan karpet berukuran jumbo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa Cuci Karpet di Umbulan Pasuruan?
Sumber Air Umbulan dipilih bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang membuat lokasi ini menjadi primadona setiap tahun.
Tradisi cuci karpet masjid dan musala jelang Ramadhan di Mata Air Umbulan, Pasuruan. Foto: Muhajir Arifin/detikJatim |
Pertama, kualitas air Umbulan yang jernih, segar, dan mengalir deras dianggap ideal untuk membilas sisa sabun pada karpet yang tebal. Kedua, aliran sungai di sisi utara penampungan utama menyediakan ruang luas bagi warga untuk merendam dan menyikat karpet tanpa harus berdesakan.
Udara yang sejuk jauh dari perkotaan juga menjadi nilai tambah. Selain itu, pagar besi dan pondasi bebatuan di sekitar instalasi sering berubah menjadi deretan jemuran raksasa.
Teriknya matahari di kawasan ini membantu karpet tebal kering lebih cepat dibandingkan dijemur di permukiman padat, meski sebagian warga memilih membawa pulang karpet untuk dijemur di rumah.
Guyub Rukun dalam Balutan Tradisi
Menariknya, aktivitas ini jauh dari kesan melelahkan. Bagi banyak warga, mencuci karpet di Umbulan menjadi momen penyegar sekaligus ajang silaturahmi.
Sambil menyikat sajadah atau kain sholat, mereka bercengkerama dan bersenda gurau. Tak jarang, setelah pekerjaan selesai, warga memanfaatkan kesegaran air Umbulan untuk membasuh tubuh sebagai ritual pembersihan diri yang menyenangkan.
Tradisi cuci karpet masjid dan musala jelang Ramadhan Foto: Muhajir Arifin/detikJatim |
Keramaian musiman ini juga membawa berkah bagi pedagang kecil di sekitar Umbulan.
Kedatangan ratusan orang dari berbagai penjuru Kabupaten dan Kota Pasuruan mendongkrak omzet warung makanan dan minuman di kawasan tersebut.
Sinergi antara tradisi religi dan geliat ekonomi lokal ini menciptakan harmoni tersendiri setiap menjelang bulan puasa.
(ihc/irb)













































