Ritual Song Shen Jie Digelar Jelang Imlek di Klenteng Eng An Kiong Malang

Ritual Song Shen Jie Digelar Jelang Imlek di Klenteng Eng An Kiong Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 11 Feb 2026 16:00 WIB
Ritual Song Shen Jie Digelar Jelang Imlek di Klenteng Eng An Kiong
Ritual Song Shen Jie Digelar Jelang Imlek di Klenteng Eng An Kiong/Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Malang -

Suasana khidmat menyelimuti Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, pagi ini. Umat konghucu datang untuk melaksanakan ibadah bersama menjelang Tahun Baru Imlek.

Puluhan umat berkumpul untuk melaksanakan rangkaian ibadah menjelang Tahun Baru Imlek yang diawali dengan ritual Song Shen Jie atau sembahyang mengantar para dewa ke langit. Ritual ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan setiap tanggal 24 bulan 12 dalam penanggalan Lunar (Imlek).

Ketua Agama sekaligus Wakil Ketua Umum Yayasan Klenteng Eng An Kiong Herman Subianto menjelaskan, kegiatan hari ini adalah bentuk persiapan batin dan fisik sebelum memasuki tahun yang baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kegiatan menjelang hari raya Imlek. Seminggu sebelumnya, kami mengadakan doa bersama dan bersih-bersih," ujar Herman ditemui wartawan di Klenteng Eng An Kiong, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

Staf Klenteng Eng An Kiong David Kurniawan menambahkan, esensi dari Song Shen Jie adalah mengantar para dewa menuju istana langit.

"Para dewa diyakini naik ke langit untuk melaporkan segala perbuatan manusia selama setahun terakhir. Jadi, hari ini kami mengantarkan, nanti empat hari setelah Imlek, ada ritual Jie Shen Jie untuk menyambut mereka kembali," jelas David turut mendampingi Herman Subianto.

Sesaat setelah ritual doa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan seluruh area klenteng dan penyucian patung dewa (Rupang). Setidaknya, ada sekitar 33 hingga 36 patung yang dibersihkan dengan penuh kehati-hatian oleh para jemaah dan petugas klenteng.

Proses pembersihan ini memiliki makna simbolis untuk menyambut tahun baru dalam keadaan suci dan bersih.

"Maksudnya bersih-bersih ya agar nanti saat Imlek, semua ruangan dan Rupang sudah bersih. Secara sederhana, tahapannya dari sembahyang bersama lalu langsung lanjut ke semua ruangan," ujar Herman.

Ibadah bersama berlangsung penuh khidmat. Jemaah yang mengikuti ibadah berasal dari wilayah Kota Malang dan sekitarnya.

Klenteng Eng An Kiong mencatat kehadiran jemaah yang mengikuti ibadah bersama mencapai lebih dari 30 orang.

"Awalnya diperkirakan 30-40 orang, tapi ternyata lebih. Kami menyediakan sekitar 75 porsi makanan dan semuanya habis dikonsumsi jemaah yang hadir," ungkap Herman.

Rangkaian ibadah ini akan mencapai puncaknya pada malam pergantian tahun Imlek, dan akan ditutup dengan ritual penyambutan dewa (Cik Sen) pada hari keempat setelah Imlek.

"Nanti empat hari setelah Imlek, ada namanya sembahyangan Cik Sen. Cik Sen itu menjemput para dewa agar kembali ke tempatnya masing-masing," pungkas David.



(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads