Mitos-mitos tentang Jumat Kliwon

Mitos-mitos tentang Jumat Kliwon

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Jumat, 23 Jan 2026 14:00 WIB
Mitos-mitos tentang Jumat Kliwon
Ilustrasi mitos-mitos tentang Jumat Kliwon. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Weton Jumat Kliwon sejak lama memang lekat dengan beragam mitos yang berkembang di masyarakat. Berbagai mitos membentuk keyakinan kolektif yang masih dipegang hingga kini.

Sebagian masyarakat Jawa beranggapan weton ini rawan pada gangguan makhluk halus, memiliki daya tarik spiritual, hingga membawa keberuntungan sekaligus tantangan hidup yang besar.

Tak jarang, orang yang terlahir pada Jumat Kliwon juga dipercaya memiliki karakter khusus, hingga kepekaan batin yang kuat. Mengingat, dalam penanggalan Jawa, malam Jumat Kliwon menjadi hari khusus yang istimewa dan sarat nilai spiritual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mitos Jumat Kliwon

Jumat Kliwon tidak lepas dengan mitos yang terus mengakar di masyarakat. Berikut beberapa mitos tentang hari pasaran dan weton Jumat Kliwon yang masih dipercaya masyarakat Jawa.

1. Arwah Leluhur Pulang ke Rumah

Masyarakat Jawa meyakini, arwah leluhur akan kembali ke rumah setiap malam Jumat Kliwon. Hal ini yang membuat sebagian masyarakat Jawa melakukan ritual penghormatan dengan menyediakan makanan favorit leluhur sebagai bagian dari tradisi menghormati mendiang.

ADVERTISEMENT

2. Waktu Meditasi dan Ritual

Malam Jumat Kliwon menjadi waktu yang tepat untuk melakukan meditasi atau ritual khusus. Biasanya, malam ini akan dimanfaatkan mereka yang mendalami ilmu supranatural untuk mendapat perlindungan dan berkah.

3. Waktu yang Tepat untuk Santet

Malam Jumat Kliwon juga dipercaya menghasilkan energi mistis yang kuat. Maka tak heran, banyak dukun yang memanfaatkan malam Jumat Kliwon untuk melakukan praktik ilmu hitam.

4. Malam Penuh Kekuatan Magis

Malam Jumat Kliwon memang dipercaya mendatangkan energi mistis yang kuat. Tak hanya digunakan sebagai santet, melainkan malam ritual pesugihan. Meskipun mitos ini sulit dibuktikan secara ilmiah, kepercayaan ini masih mengakar dan dilakukan masyarakat.

5. Bayi yang Lahir pada Malam Jumat Kliwon

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, bayi yang lahir di malam Jumat Kliwon memiliki kekuatan spiritual. Mereka dianggap mempunyai keistimewaan dan perlindungan sejak lahir.

6. Pencurian Tali Pocong

Pencurian tali pocong menjadi cerita yang terus mengakar di masyarakat. Oleh sebab itu, bagi jasad yang meninggal di malam Jumat Kliwon akan selalu dijaga anggota keluarga agar tidak dicuri. Biasanya, tali pocong yang menjadi incaran pencuri.

Tali pocong dianggap memiliki kekuatan magis bagi mereka yang mempelajari ilmu hitam. Selain itu, banyak orang yang meyakini kematian malam Jumat Kliwon menjadi pertanda baik karena arwah lebih mudah diterima alam baka.

7. Dilarang Bepergian pada Malam Jumat Kliwon

Sebagian masyarakat masih percaya bahwa malam Jumat Kliwon bukan waktu yang baik untuk bepergian. Mereka meyakini aktivitas gaib meningkat dan dapat membawa bahaya.

Sehingga, banyak orang tua melarang anaknya keluar rumah di malam tersebut. Namun, di beberapa daerah, masih terdapat ritual yang digelar untuk menangkal gangguan makhluk halus.

8. Para Hantu Lebih Aktif

Sebagian masyarakat Jawa percaya, malam Jumat Kliwon menjadi waktu para hantu dan roh berkeliaran. Bahkan, banyak kisah yang menuturkan di malam ini, arwah gentayangan dan bisa membawa keberuntungan sekaligus kesialan.

Kisah tentang hantu berkeliaran di malam Jumat Kliwon sudah mengakar dan diyakini masyarakat Jawa. Di sisi lain, mistis malam ini turut diperkuat dengan cerita horor dan kejadian supranatural yang konon terjadi setiap malam Jumat Kliwon.

Watak Weton Malam Jumat Kliwon

Pemilik weton pada malam Jumat Kliwon juga dianggap memiliki keistimewaan tersendiri. Weton Jumat Kliwon memiliki neptu 14. Neptu ini diperoleh dari penggabungan nilai hari Jumat 6 dan nilai pasaran Kliwon 8.

Orang yang lahir pada malam Jumat Kliwon dipercaya memancarkan aura mistis dan spiritual. Selain itu, mereka juga sering dikaitkan dengan sifat bijaksana, berwibawa, dan mempunyai kepekaan batin yang mendalam.

Tak hanya itu, orang yang lahir malam ini dikenal sabar, lemah lembut, dan memiliki pengetahuan yang luas. Namun, sekali waktu, mereka juga dikenal malas. Tak mengapa, orang sekitar pun memahami dan tetap mencintainya.

Keistimewaan Malam Jumat Kliwon

Malam Jumat Kliwon sering dimaknai sebagai waktu terbaik untuk melakukan tirakat, doa, laku batin, hingga refleksi diri. Jumat Kliwon diyakini memiliki energi sakral yang berkaitan dengan keseimbangan jagat lahir dan batin.

Biasanya, masyarakat Jawa masih melestarikan ritual dan tradisi Jumat Kliwon. Pada malam ini menjadi momen yang dipercaya mendatangkan kekuatan magis hingga keberkahan.

1. Ruwatan

Beberapa keluarga Jawa masih melestarikan tradisi ruwatan. Biasanya, tradisi ini digelar setiap malam Jumat. Tujuan ruwatan ini adalah membersihkan diri dari kesialan (sukerto) yang dianggap menghambat keberkahan. Ritual ini biasanya melibatkan doa bersama, membaca mantra, hingga membakar dupa.

2. Ziarah Makam

Tradisi ziarah setiap malam Jumat menjadi kegiatan yang rutin dilakukan. Masyarakat Jawa meyakini Jumat Kliwon menjadi waktu terbaik untuk mendoakan leluhur agar mendapatkan rahmat dari Tuhan.

3. Meditasi dan Semedi

Jumat Kliwon sering digunakan untuk semedi atau meditasi, khususnya bagi mereka yang mendalami ilmu spiritual atau kejawen. Tujuan meditasi ini untuk membersihkan diri dari energi negatif dan mendekatkan diri pada Tuhan, dan mencapai ketenangan.

4. Larung Sesaji

Larung sesaji masih rutin dilakukan di beberapa daerah, seperti Yogyakarta atau Solo. Ritual ini dilakukan di sungai atau laut. Tujuannya untuk mengungkapkan rasa syukur serta memohon keselamatan dan keberkahan.

Meski Jumat Kliwon dianggap istimewa, masyarakat Jawa memiliki pantangan pada hari ini. Mereka meyakini malam ini memiliki potensi bahaya yang mungkin terjadi akibat energi gaib yang kuat.

Pandangan Islam dan Kejawen

Jumat Kliwon tidak mempunyai dimensi spiritual, tetapi mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Malam Jumat Kliwon sering menjadi waktu merenungkan langkah hidup, mencari solusi atas masalah, atau memulai hal baru dengan niat baik.

Sedangkan, dalam pandangan Islam, hari Jumat mempunyai keutamaan sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Di mana, muslim disunahkan untuk melaksanakan ibadah lebih khusyuk, seperti membaca surah Al-kahfi dan memperbanyak doa.

Bagi masyarakat Jawa yang mengintergrasikan nilai Islam dan tradisi kejawen, malam ini menjadi momen tepat untuk memperkuat spiritualitas secara Islami maupun adat. Kombinasi nilai keislaman dan budaya lokal menjadi harmoni yang unik.




(auh/irb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads